McLaren Ogah Ikut Tren, Tetap Andalkan Hybrid dan Mesin Bensin di Era Mobil Listrik

Genvoice.id | 28 Oct 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Ketika banyak produsen sportcar mulai beralih ke kendaraan listrik penuh, McLaren justru memilih jalannya sendiri. Produsen otomotif asal Inggris itu menegaskan masih akan mengandalkan mesin bensin dan hybrid (ICE) untuk jajaran mobilnya, meski dunia sedang gencar menuju era elektrifikasi.

Dilansir dari laman Drive, Manajer Proyek Hypercar McLaren W1, Heather Fitch, menyebut teknologi hybrid milik McLaren masih sangat relevan untuk masa depan. Ia menegaskan, mesin hybrid V8 seperti yang digunakan di model "Artura", "P1", dan "Speedtail" tetap memberikan performa dan fleksibilitas luar biasa.

"Hybrid V8 seperti di Artura, P1, dan Speedtail memberi kami keseimbangan ideal antara kekuatan, efisiensi, dan karakter. Teknologi ini masih sangat kami percaya," ujar Fitch.

Menurutnya, karakteristik mesin bensin dan hybrid tidak tergantikan, terutama dalam menciptakan pengalaman berkendara khas McLaren yang berfokus pada performa ekstrem dan sensasi pengendalian yang presisi.

Meskipun sejumlah negara mulai memperketat aturan emisi, seperti Australia dengan kebijakan New Vehicle Efficiency Standard (NVES), McLaren mengaku tidak khawatir. "Kami punya tim di Inggris yang berkoordinasi langsung dengan otoritas di berbagai wilayah untuk memastikan semua regulasi dipatuhi," ujar Kepala Penjualan McLaren Australia dan Selandia Baru, Dan Hotchin.

Saat ini, satu-satunya model hybrid yang sudah dijual McLaren adalah "Artura". Namun, perusahaan telah menyiapkan hypercar generasi baru bernama "McLaren W1", yang disebut-sebut sebagai mobil tercepat dan terkuat sepanjang sejarah merek tersebut.

Model "W1" mengusung mesin V8 flat-plane crank terbaru yang dipadukan dengan motor listrik berteknologi balap. Hasilnya, tenaga gabungan mencapai 938 kW dengan torsi 1.340 Nm-melampaui "Speedtail" yang memiliki 772 kW, "P1" dengan 674 kW, dan bahkan legenda klasik "F1" yang hanya menghasilkan 461 kW.

Dengan kombinasi tenaga besar dan teknologi hybrid canggih, "W1" diposisikan sebagai penerus warisan mobil legendaris McLaren seperti "F1" (1992) dan "P1" (2013). Langkah ini menegaskan bahwa bagi McLaren, masa depan mobil performa tinggi tidak selalu harus sepenuhnya listrik-selama masih ada cara untuk menggabungkan efisiensi dan adrenalin dalam satu paket sempurna.