Van Bommel Tak Takut dengan Zidane saat Hadapi Prancis Nanti Malam
JAKARTA, GENVOICE.ID - Pelatih Belgia Mark van Bommel memastikan timnya tetap mengandalkan permainan proaktif ketika menghadapi Prancis pada matchday kedua UEFA Nations League 2026/2027. Meski berhadapan dengan skuad asuhan Zinedine Zidane, Van Bommel tidak berniat mengubah pendekatan yang membawa Belgia meraih kemenangan 2-0 atas Italia.
Belgia akan menjamu Prancis di Stadion King Baudouin, Brussel. Pertandingan ini juga menjadi pertemuan antara dua pelatih baru yang sama-sama memulai era baru bersama tim nasional masing-masing.
Van Bommel mengaku puas dengan penampilan Belgia ketika mengalahkan Italia. Ia ingin intensitas tersebut kembali terlihat saat menghadapi Prancis, termasuk dalam upaya merebut bola secepat mungkin setelah kehilangan penguasaan.
"Kami ingin bermain seperti ketika menghadapi Italia. Kami juga ingin mendominasi saat melawan Prancis dan merebut kembali bola dengan cepat," ujar Van Bommel.
Menurutnya, Prancis tentu memberikan tantangan berbeda dibandingkan Italia. Namun, Van Bommel menilai pendekatan Belgia tidak perlu berubah selama para pemain memahami tugas masing-masing di lapangan.
Van Bommel Tetap Percaya Diri Tanpa Mbappe
Prancis dipastikan tidak diperkuat Kylian Mbappe dalam pertandingan ini setelah sang penyerang mengalami cedera lutut ketika membantu Les Bleus mengalahkan Turki 1-0 pada laga sebelumnya. Mbappe mencetak gol kemenangan sebelum kemudian ditarik keluar dan akhirnya meninggalkan skuad Prancis.
Van Bommel mengaku menyayangkan absennya pemain Real Madrid tersebut. Menurutnya, menghadapi pemain terbaik dari setiap tim merupakan tantangan yang diinginkan oleh seorang pelatih.
Meski demikian, absennya Mbappe tidak membuat Belgia mengubah persiapan. Van Bommel menegaskan timnya tetap akan menjalankan permainan yang sama seperti ketika menghadapi Italia.
"Kami tetap memiliki keinginan yang sama untuk melakukan apa yang kami inginkan di lapangan, terlepas dari nama lawan," kata Van Bommel.
Pelatih Belgia itu juga menilai pemainnya memiliki kemampuan taktis dan disiplin untuk menjalankan sistem tersebut ketika menghadapi lawan dengan kualitas tinggi.
Van Bommel Siap Hadapi Zidane
Pertandingan ini juga memiliki arti khusus bagi Van Bommel karena ia akan berhadapan dengan Zidane. Keduanya pernah bertemu ketika masih aktif sebagai pemain, saat Van Bommel memperkuat Barcelona dan Zidane membela Real Madrid.
Kini, keduanya bertemu kembali dalam kapasitas berbeda. Zidane menangani Prancis, sementara Van Bommel menjadi pelatih Belgia.
Van Bommel menyebut duel melawan Zidane sebagai sesuatu yang spesial. Ia juga mengakui kualitas Zidane sebagai salah satu pemain besar dalam sejarah sepak bola.
Namun, kekaguman tersebut tidak membuat Van Bommel menganggap Prancis tidak bisa dikalahkan. Ia meminta para pemain Belgia tetap percaya pada kemampuan sendiri dan tidak terlalu memikirkan reputasi lawan.
Prancis memang memulai era Zidane dengan kemenangan 1-0 atas Turki. Namun, hasil tersebut tidak membuat Van Bommel mengubah pendekatan Belgia. Menurutnya, tim tetap harus berpegang pada rencana permainan yang sudah disiapkan.
Belgia Ingin Pertahankan Momentum
Kemenangan atas Italia memberikan Belgia awal positif di Nations League. Van Bommel kini ingin timnya menunjukkan bahwa performa tersebut bukan sekadar hasil dari satu pertandingan.
Salah satu pemain yang mencuri perhatian dalam kemenangan atas Italia adalah Mika Godts. Winger tersebut mencetak gol dan menjadi salah satu ancaman Belgia dari sisi sayap.
Van Bommel bahkan mendorong Godts untuk terus berani melakukan penetrasi dan mencoba menciptakan peluang. Ia menilai keberanian mengambil risiko merupakan salah satu kualitas utama pemain tersebut.
Dengan dukungan publik Brussel dan modal kemenangan atas Italia, Belgia akan berusaha mempertahankan permainan agresif ketika menghadapi Prancis. Di sisi lain, Zidane harus mencari formula baru setelah kehilangan Mbappe.
Pertandingan ini pun menjadi kesempatan bagi kedua pelatih untuk menguji identitas tim masing-masing dalam laga kompetitif setelah sama-sama memulai era baru di tim nasional.