Hasil Super League: Persita Tumbangkan Persib 2-1

Genvoice.id | 28 Sep 2025

JAKARTA, Genvoice.id - Dalam laga pekan ketujuh BRI Super League 2025/2026, Persita Tangerang berhasil meraih kemenangan penting atas Persib Bandung dengan skor 2-1. Pertandingan yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu malam (27/9) berlangsung sengit dan penuh drama.

Persita membuka keunggulan menjelang akhir babak pertama, tepatnya pada menit ke-42, lewat tendangan bebas cantik yang dilepaskan oleh Javlon Guseynov. Bola sempat membentur pemain lawan dan berubah arah sebelum bersarang ke gawang Persib, sehingga skor berubah menjadi 1-0 hingga turun minum.

Pada masa injury time babak kedua, Persita menggandakan keunggulan melalui aksi pemain pengganti, Esal Sahrul, yang melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang tak mampu diantisipasi oleh kiper Persib, Adam Przybek. Gol tersebut membuat Persita unggul 2-0.

Meski demikian, Persib tak menyerah. Di menit tambahan yang cukup panjang, sekitar menit 90+9 Beckham Putra berhasil mencetak gol lewat sundulan. Gol ini sempat membakar harapan Maung Bandung untuk menyamakan kedudukan, namun waktu yang tersisa tak cukup untuk menciptakan gol tambahan.

Kemenangan ini menjadi raihan tiga poin berharga bagi Persita dan sekaligus kemenangan ketiga secara beruntun bagi Pendekar Cisadane. Dengan tambahan angka ini, Persita naik ke peringkat kesembilan klasemen sementara dengan koleksi 10 poin dari enam laga.

Pelatih Persita, Carlos Pena, memberikan apresiasi pada semangat dan disiplin timnya dalam menghadapi tekanan dari Persib.

Sementara bagi Persib, Bojan Hodak mengakui bahwa timnya gagal memanfaatkan peluang dan malah terserang balik pada saat waktu makin menipis.

Dari sisi pemain, Igor Rodrigues tampil sebagai pahlawan bagi Persita lewat beberapa aksi penyelamatan penting, terutama dalam menepis penalti Guaycochea pada awal laga.

Sementara Javlon Guseynov juga menjadi sorotan dengan gol tendangan bebasnya yang menentukan.

Seorang pengamat sepakbola nasional, Binder Singh, menyebut bahwa kekalahan ini bukan semata karena Persib bermain di tempat netral (Bali), melainkan lebih pada minimnya efektivitas dalam memanfaatkan peluang dan ketertarikan permainan lawan yang disiplin bertahan.