Kenapa Kita Kadang Tidak Menyadari Suara yang Terus Ada di Sekitar?

Genvoice.id | 28 Aug 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pernah masuk ke ruangan yang awalnya terasa berisik karena suara kipas, AC, atau kendaraan dari luar?

Beberapa menit kemudian, suara tersebut seperti menghilang. Padahal, kalau diperhatikan lagi, suaranya sebenarnya masih ada dan volumenya tidak banyak berubah.

Hal ini terjadi karena otak dapat mengurangi perhatian terhadap rangsangan yang terus-menerus muncul dan dianggap tidak penting.

Awalnya Suara Terasa Sangat Jelas

Ketika pertama kali masuk ke lingkungan baru, otak menerima banyak informasi yang belum terbiasa kita dengar.

Suara kipas yang berputar, dengungan AC, atau bunyi mesin bisa langsung menarik perhatian.

Otak masih mencoba memahami apakah suara tersebut penting atau tidak.

Karena itu, pada awalnya suara terasa jauh lebih jelas.

Otak Mulai Beradaptasi

Jika suara yang sama terus muncul tanpa perubahan dan tidak dianggap sebagai ancaman, otak perlahan mengurangi perhatian terhadapnya.

Proses ini dikenal sebagai habituasi.

Suara tersebut tidak benar-benar hilang.

Telinga tetap menerima gelombang suara, tetapi otak tidak lagi memberikan perhatian sebesar sebelumnya.

Otak Harus Memilih Informasi

Setiap hari, kita menerima sangat banyak suara.

Bayangkan jika otak terus memberikan perhatian penuh pada suara napas, detak jam, kipas, kendaraan, dan berbagai bunyi kecil lainnya secara bersamaan.

Kita akan sulit fokus pada hal yang lebih penting.

Karena itu, otak melakukan semacam penyaringan agar perhatian dapat digunakan untuk informasi yang dianggap lebih relevan.

Tapi Kenapa Suara Tiba-tiba Terasa Lagi?

Menariknya, suara yang sebelumnya tidak kita sadari bisa langsung kembali terdengar ketika kita mulai memperhatikannya.

Misalnya, seseorang berkata, "Eh, kipasnya berisik banget, ya."

Setelah itu, kamu mungkin langsung menyadari suara kipas tersebut dan sulit mengabaikannya lagi.

Suara yang sama sebenarnya sudah ada sejak awal.

Yang berubah adalah perhatianmu terhadap suara tersebut.

Perubahan Kecil Bisa Langsung Menarik Perhatian

Otak mungkin terbiasa dengan suara kipas yang stabil.

Namun, jika tiba-tiba suara tersebut berubah, misalnya menjadi lebih keras atau menghasilkan bunyi yang tidak biasa, perhatian kita bisa langsung kembali.

Hal tersebut karena perubahan dapat menjadi informasi penting.

Otak lebih mudah mengabaikan sesuatu yang terus sama dibandingkan sesuatu yang tiba-tiba berubah.

Fenomena Ini Tidak Hanya Terjadi pada Suara

Habituasi juga dapat terjadi pada rangsangan lain.

Misalnya, kita mungkin awalnya sangat menyadari aroma sebuah ruangan, tetapi lama-kelamaan aromanya terasa tidak terlalu kuat.

Pakaian baru juga mungkin terasa sangat jelas di kulit pada awalnya, lalu beberapa saat kemudian kita tidak terlalu menyadarinya.

Suaranya Tidak Hilang, Perhatian Kita yang Berpindah

Ketika suara kipas atau AC terasa seperti menghilang, sebenarnya telinga tetap menangkap suara tersebut.

Otak hanya memutuskan bahwa informasi itu tidak perlu terus-menerus mendapatkan perhatian.

Hal ini membantu kita fokus pada perubahan dan hal-hal yang lebih penting di sekitar.

Jadi, kalau tiba-tiba kamu baru sadar suara kipas di kamar ternyata cukup keras, kemungkinan kipasnya bukan baru mulai berisik.

Suara tersebut mungkin sudah ada sejak tadi. Otakmu saja baru memutuskan untuk kembali memperhatikannya.