Kenapa Kita Bisa Tiba-tiba Merasa Sudah Pernah Mengalami Suatu Kejadian?

Genvoice.id | 28 Aug 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pernah berada dalam sebuah situasi yang sebenarnya baru pertama kali terjadi, tetapi tiba-tiba muncul perasaan, "Lho, kayaknya aku pernah mengalami ini sebelumnya?"

Padahal, kamu tahu tempatnya baru, orang-orangnya mungkin belum pernah ditemui, dan kejadian tersebut juga belum pernah benar-benar terjadi.

Fenomena tersebut dikenal sebagai déjà vu, sebuah pengalaman ketika situasi baru terasa sangat familiar.

Perasaan Familiar Bisa Muncul Tanpa Ingatan yang Jelas

Otak memiliki beberapa proses berbeda untuk mengenali sesuatu.

Kita bisa merasa bahwa sesuatu terasa familiar, tetapi belum tentu langsung mengetahui dari mana kita mengenalnya.

Dalam kondisi tertentu, otak mungkin menghasilkan rasa familiar yang kuat tanpa berhasil menemukan ingatan spesifik yang menjelaskan perasaan tersebut.

Akibatnya, muncul sensasi aneh seperti pernah mengalami situasi yang sebenarnya baru terjadi.

Otak Memproses Banyak Informasi Sekaligus

Saat berada di suatu tempat, otak memproses berbagai hal secara bersamaan.

Wajah orang, bentuk ruangan, suara, posisi benda, dan suasana di sekitar semuanya menjadi informasi yang diterima.

Kadang, kombinasi beberapa informasi baru bisa memiliki kemiripan dengan pola pengalaman yang pernah tersimpan sebelumnya.

Kemiripan tersebut dapat menciptakan rasa familiar.

Bisa Jadi Ada Detail yang Mengingatkan Kita pada Pengalaman Lama

Misalnya, kamu masuk ke sebuah ruangan yang belum pernah dikunjungi.

Namun, posisi meja, pencahayaan, atau suasananya memiliki kemiripan dengan tempat lain yang pernah kamu datangi.

Kamu mungkin tidak langsung mengingat tempat tersebut.

Tetapi, otak tetap menangkap adanya pola yang terasa familiar.

Perasaan tersebut kemudian bisa muncul sebagai déjà vu.

Déjà Vu Biasanya Hanya Berlangsung Sebentar

Salah satu hal yang membuat déjà vu menarik adalah durasinya.

Perasaan tersebut biasanya muncul secara singkat dan kemudian menghilang.

Setelah beberapa detik, kita kembali menyadari bahwa situasi yang sedang terjadi memang merupakan pengalaman baru.

Namun, rasa anehnya sering kali cukup kuat hingga membuat kita berhenti sejenak dan mencoba memahami apa yang baru saja terjadi.

Kenapa Rasanya Sangat Meyakinkan?

Perasaan familiar merupakan bagian penting dari cara otak mengenali dunia.

Ketika otak memberikan sinyal bahwa sesuatu terasa dikenal, kita biasanya mempercayai sinyal tersebut.

Dalam déjà vu, sinyal familiar itu muncul tanpa informasi lengkap mengenai sumbernya.

Itulah yang membuat kita merasa yakin pernah mengalami sesuatu, tetapi tidak bisa menjelaskan kapan dan di mana hal tersebut terjadi.

Déjà Vu Bukan Berarti Bisa Melihat Masa Depan

Kadang, déjà vu terasa seperti kita sudah mengetahui apa yang akan terjadi berikutnya.

Namun, perasaan tersebut bukan bukti bahwa seseorang benar-benar melihat masa depan.

Otak terus membuat prediksi berdasarkan informasi yang sedang diterima.

Ketika sebuah situasi terasa familiar, kita mungkin merasa mampu memperkirakan apa yang akan terjadi setelahnya.

Otak Kadang Membuat Situasi Baru Terasa Lama

Déjà vu menunjukkan bahwa proses mengenali dan mengingat sesuatu tidak selalu berjalan sesederhana membuka sebuah file di dalam kepala.

Kita bisa merasakan familiaritas tanpa berhasil menemukan ingatan yang jelas tentang asal perasaan tersebut.

Karena itu, sebuah kejadian baru terkadang bisa terasa seperti pengulangan dari sesuatu yang pernah terjadi.

Jadi, saat kamu tiba-tiba berhenti di tengah sebuah situasi dan berpikir, "Aku pernah ada di momen ini," belum tentu kamu benar-benar pernah mengalaminya.

Bisa jadi, otakmu hanya sedang memberikan rasa familiar yang sangat kuat kepada sebuah pengalaman yang sebenarnya baru pertama kali terjadi.