Kenapa Kita Bisa Tiba-tiba Menguap Saat Melihat Orang Lain Menguap?
JAKARTA, GENVOICE.ID - Pernah melihat seseorang menguap, lalu beberapa detik kemudian kamu ikut menguap?
Yang lebih aneh, terkadang membaca atau membicarakan tentang menguap saja sudah cukup membuat kita merasa ingin melakukannya.
Fenomena ini dikenal sebagai menguap yang menular atau contagious yawning. Sampai sekarang, alasan pastinya masih belum sepenuhnya dipahami, tetapi ada beberapa hal menarik yang diketahui tentang fenomena ini.
Menguap Tidak Selalu Berarti Mengantuk
Kita sering mengaitkan menguap dengan rasa kantuk.
Padahal, seseorang juga bisa menguap saat bosan, lelah, baru bangun tidur, atau berada dalam situasi tertentu yang memengaruhi tingkat kewaspadaan tubuh.
Jadi, melihat seseorang menguap tidak otomatis berarti kita ikut merasa mengantuk.
Otak Bisa Merespons Apa yang Dilakukan Orang Lain
Manusia sangat terbiasa memperhatikan perilaku orang di sekitarnya.
Terkadang, melihat seseorang melakukan tindakan tertentu dapat memicu kecenderungan untuk melakukan hal yang sama.
Menguap menjadi salah satu contoh yang cukup terkenal.
Ketika melihat orang lain membuka mulut dan menguap, otak dapat memberikan respons yang membuat kita ikut merasa terdorong untuk menguap.
Kenapa Bisa "Menular"?
Berbeda dengan penyakit, tentu saja menguap tidak benar-benar menular.
Tidak ada virus yang berpindah hanya karena seseorang melihat orang lain menguap.
Istilah "menular" digunakan karena perilaku tersebut dapat berpindah dari satu orang ke orang lain melalui pengamatan.
Satu orang menguap, orang lain melihatnya, lalu ikut menguap.
Bahkan Bisa Terjadi Berantai
Bayangkan ada beberapa orang duduk bersama.
Satu orang mulai menguap.
Orang di sebelahnya melihat dan ikut menguap.
Orang lain kemudian melihat keduanya dan melakukan hal yang sama.
Dalam waktu singkat, satu ruangan bisa dipenuhi orang yang menguap.
Padahal, belum tentu semuanya sedang merasa mengantuk.
Apakah Semua Orang Sama Mudahnya Terpengaruh?
Tidak selalu.
Respons terhadap menguap yang menular dapat berbeda pada setiap orang.
Ada yang sangat mudah ikut menguap, sementara ada yang hampir tidak terpengaruh.
Berbagai faktor, termasuk perhatian terhadap orang lain dan kondisi tubuh saat itu, dapat memengaruhi respons tersebut.
Kenapa Membaca Tentang Menguap Bisa Membuat Kita Ikut Menguap?
Otak tidak selalu membutuhkan contoh langsung dari orang di depan kita.
Membayangkan atau memikirkan tindakan tertentu juga dapat memicu respons tubuh.
Ketika membaca kata "menguap" berulang kali, kamu mungkin mulai membayangkan gerakan tersebut.
Dan tiba-tiba, tubuh seperti mendapat ide untuk melakukannya juga.
Jadi, Kamu Baru Saja Menguap Karena Membaca Artikel Ini?
Kalau iya, selamat.
Kamu baru saja mengalami salah satu fenomena tubuh yang paling sederhana tetapi tetap cukup misterius.
Melihat, membayangkan, atau memperhatikan orang lain menguap dapat membuat kita ikut terdorong untuk melakukan hal yang sama.
Jadi, menguap memang bukan penyakit yang bisa menular.
Tetapi dalam satu hal, perilaku ini benar-benar punya kemampuan berpindah dari satu orang ke orang lain.
Dan sekarang pertanyaannya cuma satu:
Setelah membaca dari awal sampai akhir, kamu sudah menguap berapa kali?