Viral Video Anak Aniaya Ibu Kandung, Ogah Rawat dan Rela Gak Dikabari Meski Ibunya Meninggal

Genvoice.id | 28 Jul 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kisah mengiris hati datang dari Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Seorang perempuan bernama Misrika (43) bikin heboh publik setelah terang-terangan menolak merawat ibu kandungnya sendiri, Nortaji (76).

Bahkan, Misrika ngaku sudah nggak peduli kalau ibunya meninggal dunia di panti jompo tanpa ada kabar ke dirinya. Pernyataan itu disampaikan langsung ke petugas Griya Lansia Malang saat mereka datang untuk membawa sang ibu ke panti demi mendapatkan perawatan yang layak.

"Saya sudah gak mau merawat. Trauma dan takut. Kalau sudah meninggal, gak papa meski saya gak dikabari. Silahkan dirawat sampai meninggal," ujar Misrika dengan nada dingin.

FYI, hubungan Misrika dan Nortaji memang sudah lama gak akur. Menurut pihak pemerintah desa setempat, konflik antara ibu dan anak ini sudah berlangsung bertahun-tahun.

Apalagi, Nortaji kini mengalami penurunan daya ingat dan sering ngomong sendiri. Gak jarang, warga sekitar nemuin Nortaji tidur sembarangan di pinggir jalan.

Parahnya lagi, publik makin geram setelah beredar video viral yang memperlihatkan Misrika memukul, mendorong, bahkan membentak ibunya sendiri sampai sang ibu jatuh terkapar di jalan dekat sawah.

Video ini ternyata diambil dari dua kejadian berbeda, yaitu tanggal 1 Juni dan 25 Juli 2025. Pemerintah Kecamatan Besuk pun sempat menggelar mediasi. Dalam pertemuan 3 Juni lalu, Misrika ngaku punya alasan kuat untuk menolak mengurus ibunya lagi.

Salah satunya karena merasa sangat tersakiti, ia bahkan mengklaim kalau ibunya pernah menyuruh saudara kandungnya untuk membunuh dirinya. Waduh, konflik keluarga level berat, nih Gen.

Sementara itu, Pemkab Probolinggo lewat Dinas Sosial terus berusaha cari solusi terbaik. Salah satunya dengan berencana memindahkan Nortaji ke UPT panti lansia milik Pemprov Jatim di Jember. Sayangnya, tempat di sana masih penuh.

"Yang pasti, Pemkab Probolinggo sudah hadir dan berusaha sebaik mungkin untuk menanganinya," kata Kepala Dinsos, Rachmad Hidayanto.

Kisah tragis antara Misrika dan sang ibu, Nortaji, membuka mata publik soal betapa rapuhnya hubungan keluarga jika tak dilandasi kasih sayang dan komunikasi. Semoga Nortaji segera mendapatkan tempat aman dan perawatan yang layak, sementara Misrika bisa mendapat pendampingan agar trauma dan konflik batin yang ia alami bisa ditangani dengan bijak. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya empati, terutama terhadap orang tua di masa senja.