Profil Green SM, Taksi Listrik yang Jadi Bahan Gorengan Netizen Usai Kecelakaan KRL di Bekasi Timur

Genvoice.id | 28 Apr 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Perusahaan layanan taksi listrik asal Vietnam, Green SM Indonesia, tengah menjadi perhatian publik setelah salah satu armadanya diduga terlibat dalam rangkaian kecelakaan beruntun yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026).

Green SM Indonesia merupakan bagian dari Green and Smart Mobility (GSM), perusahaan mobilitas berbasis kendaraan listrik yang didirikan oleh miliarder Vietnam, Phạm Nhật Vượng, yang juga menjabat sebagai Chairman Vingroup. Perusahaan ini memiliki modal dasar sebesar 3.000 miliar VND atau sekitar Rp1,9 triliun, dengan Phạm Nhật Vượng menguasai sekitar 95 persen saham.

Secara global, GSM telah berkembang pesat sejak mulai beroperasi di Hanoi pada 14 April 2023. Hingga kini, perusahaan tersebut mengoperasikan lebih dari 30.000 unit taksi listrik, menjadikannya salah satu operator armada kendaraan listrik terbesar di dunia.

Di Indonesia, Green SM mulai berekspansi sejak 2024 dengan fokus awal di wilayah Jabodetabek. Layanan ini juga terintegrasi dengan ekosistem kendaraan listrik VinFast. Perusahaan menargetkan pertumbuhan armada secara agresif, dari sekitar 1.000 unit di tahap awal hingga mencapai 10.000 unit dalam beberapa tahun ke depan.

Nama Green SM mencuat setelah insiden kecelakaan di Bekasi Timur. Manager Humas Daop 1 Jakarta dari PT Kereta Api Indonesia, Franoto Wibowo, mengungkapkan bahwa kejadian bermula dari sebuah taksi yang menemper KRL di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) dekat kawasan Bulak Kapal.

Akibat insiden tersebut, KRL sempat berhenti di lokasi. Namun, KA Argo Bromo Anggrek tetap melintas di jalur yang sama, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari. Dari sejumlah video yang beredar di media sosial, terlihat kendaraan taksi berada di perlintasan saat kejadian berlangsung.

Menanggapi hal ini, manajemen Green SM Indonesia menyatakan siap terlibat penuh dalam proses investigasi. Mereka menegaskan telah menyerahkan informasi yang relevan kepada pihak berwenang dan akan bersikap kooperatif selama proses penyelidikan berlangsung.

"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," ujar pihak manajemen dalam pernyataan resminya.

Perusahaan juga menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam operasional mereka. Komitmen tersebut diwujudkan melalui sistem operasional yang ketat, pengawasan, serta peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan.

Ke depan, Green SM Indonesia memastikan akan terus memberikan pembaruan informasi kepada publik seiring perkembangan hasil investigasi yang telah terverifikasi.