Kronologi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, Bermula dari Insiden Taksi di Perlintasan

Genvoice.id | 28 Apr 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID -Insiden tragis tabrakan kereta api mengguncang Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026. Kecelakaan hebat yang melibatkan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line rute Bekasi-Jakarta ini diduga bermula dari adanya kendala teknis akibat kendaraan taksi yang menghalangi lintasan.

Benturan keras yang terjadi di jalur rel tersebut menyebabkan kerusakan parah, terutama pada gerbong penumpang, serta memicu kepanikan luar biasa di lokasi kejadian.

Simak kronologi lengkap serta informasi terkini mengenai proses evakuasi korban dalam kecelakaan maut yang kini tengah menjadi sorotan publik.

Kronologi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur. (Dok. X)

1. Bermula dari Kendala pada Jalur Lintasan

Peristiwa ini diawali ketika sebuah rangkaian KRL dari arah Cikarang menuju Jakarta menabrak satu unit taksi di sekitar lintasan stasiun. Akibat insiden tersebut, perjalanan kereta lain terhambat, termasuk KRL tujuan Cikarang yang terpaksa berhenti cukup lama di Stasiun Bekasi Timur untuk menunggu koordinasi jalur.

2. Benturan Keras dari Arah Belakang

Sekitar pukul 20.30 WIB, saat KRL tujuan Cikarang masih dalam posisi berhenti, KA jarak jauh Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang langsung menghantam bagian ekor KRL. Saksi mata menyebutkan suara benturan terdengar sangat keras menyerupai ledakan bom dan seketika memicu munculnya asap tebal di lokasi kejadian.

3. Kerusakan Parah di Gerbong Khusus Perempuan

Dampak paling parah dialami oleh gerbong khusus perempuan yang berada di posisi paling belakang. Gerbong masinis KA Argo Bromo dilaporkan merangsek masuk ke dalam gerbong KRL tujuan Cikarang, menyebabkan akses evakuasi tertutup oleh reruntuhan kursi dan badan kereta yang hancur. Penumpang di dalamnya sempat terjebak di tengah situasi panik.

4. Evakuasi Korban dan Pernyataan Resmi KAI

Proses evakuasi melibatkan tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, hingga petugas medis dengan mengerahkan puluhan unit ambulans. PT KAI Daop 1 Jakarta telah menyampaikan permohonan maaf dan duka cita mendalam atas insiden ini.

Hingga laporan terakhir, tercatat dua orang penumpang meninggal dunia dan korban luka lainnya telah dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti mengapa sistem pengamanan jalur gagal mencegah tabrakan tersebut.

Di tengah duka mendalam bagi para korban, PT KAI memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keselamatan perjalanan kereta api.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi terkait perubahan jadwal perjalanan di lintas Bekasi-Jakarta selama proses sterilisasi jalur berlangsung.

Semoga insiden serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang demi keamanan transportasi publik kita.