Simak Perbedaan KPA Dan KPR Serta Keuntungan Cicil Properti Buat Investasi Masa Depan
JAKARTA, GENVOICE.ID - Punya tempat tinggal sendiri di tengah kota besar sekarang bukan lagi sekadar mimpi siang bolong, terutama buat kamu yang mengincar gaya hidup praktis di apartemen. Banyak anak muda yang mulai melirik hunian vertikal karena lokasinya yang strategis, tapi sering kali terbentur masalah dana yang belum terkumpul penuh.
Nah, di sinilah skema Kredit Pemilikan Apartemen atau yang akrab disebut KPA muncul sebagai pahlawan kesiangan yang sangat realistis. KPA memberikan kesempatan buat siapa saja untuk memiliki unit hunian tanpa harus menunggu tabungan sampai ratusan juta atau miliaran rupiah terkumpul.
Dengan sistem ini, kamu bisa langsung menempati unit impian hanya dengan menyiapkan uang muka, sementara sisanya bisa dilunasi dengan cara dicicil setiap bulan. Fenomena ini bener-bener jadi tren karena dianggap lebih masuk akal dibanding harus mengontrak terus-menerus tanpa ada aset yang dimiliki di akhir hari nih Gen.
Secara teknis, KPA adalah bentuk fasilitas pinjaman yang diberikan oleh bank atau lembaga keuangan khusus untuk pembelian unit apartemen. Nantinya, pihak bank bakal melakukan kurasi alias mengecek kondisi finansial kamu, mulai dari besaran gaji bulanan, track record kredit di masa lalu, sampai kesanggupan kamu dalam membayar angsuran.
Kalau pengajuan kamu disetujui, bank bakal membayarkan sisa harga unitnya ke pengembang, dan kamu tinggal membayar cicilan ke bank dalam jangka waktu yang cukup fleksibel, biasanya antara 5 hingga 20 tahun. Tapi ingat ya, selama masa cicilan ini, sertifikat apartemen kamu bakal ditahan bank sebagai jaminan. Jadi, kamu harus disiplin bayar supaya unit tersebut nggak disita di tengah jalan.
Banyak yang sering tertukar antara KPA dengan KPR atau Kredit Pemilikan Rumah. Padahal, perbedaan paling mencolok ada pada jenis properti yang dibiayai. KPA itu spesifik buat hunian vertikal atau apartemen, sedangkan KPR jalurnya buat kamu yang pengen beli rumah tapak.
Selain itu, kerja sama banknya juga beda, di mana KPA biasanya melibatkan developer apartemen tertentu. Persyaratan uang muka atau DP juga bisa bervariasi, kadang KPA menawarkan DP yang lebih bersahabat bagi kantong anak muda, tapi tetap tergantung kebijakan masing-masing bank yang kamu pilih.
Mengambil jalur KPA punya segudang keuntungan yang sangat menggiurkan. Selain nggak perlu bayar lunas di depan, kamu bisa mengatur besaran cicilan sesuai kemampuan dompet kamu tiap bulan. Dari sisi keamanan, kamu juga lebih tenang karena bank pasti sudah mengecek legalitas apartemen tersebut sebelum mencairkan dana, jadi risiko penipuan surat-surat bisa diminimalkan.
Hebatnya lagi, apartemen yang kamu cicil itu bisa langsung kamu sewakan ke orang lain. Hasil sewa itulah yang nantinya bisa dipakai buat menutup cicilan bulanan ke bank, alias apartemennya bayar sendiri.
Dalam jangka panjang, nilai properti ini cenderung naik, sehingga selain jadi tempat tinggal, KPA juga berfungsi sebagai instrumen investasi yang menjanjikan. Sebelum ambil keputusan, pastikan kamu sudah riset bunga bank dan menghitung kemampuan finansial jangka panjang agar cicilan tetap aman terkendali.