Afgan Rilis 'Sampai Jumpa', Video Musik Baru yang Bongkar Kisah Perpisahan Penuh Nostalgia

Genvoice.id | 27 Nov 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Afgan kembali menyapa pendengarnya lewat karya baru yang langsung mencuri perhatian. Setelah tujuh tahun tidak merilis album penuh berbahasa Indonesia, ia akhirnya meluncurkan video musik Sampai Jumpa sebagai bagian dari album terbarunya, Retrospektif. Kembalinya Afgan ke skena musik Indonesia lewat proyek sebesar ini jadi salah satu momen yang ditunggu penikmat musik lokal, apalagi karena tema lagu dan konsep visualnya terasa dekat dengan kehidupan banyak orang.

Single Sampai Jumpa membawa nuansa perpisahan yang hangat-bukan yang penuh drama, tetapi lebih ke perasaan memberi ruang agar sebuah hubungan bisa tumbuh lagi di waktu yang tepat. Lagu ini dirilis setelah single Kacamata dan menggambarkan bagaimana jeda dalam relasi manusia bisa membuka jalan untuk pertemuan baru yang lebih bermakna. Afgan ingin menunjukkan bahwa perpisahan tidak harus selalu jadi akhir, tapi bisa jadi titik mulai lainnya.

Untuk video musiknya, Afgan menggandeng sutradara Naya Anindita. Konsepnya dibuat seperti short film bernuansa nostalgia, dan Maudy Ayunda dipercaya sebagai lawan main. Kehadiran Maudy bukan hanya sebagai pelengkap visual, tetapi juga menghadirkan dinamika emosional dalam dua fase yang berbeda-masa sekolah dan versi dewasa. Perpaduan dua timeline ini bikin cerita terasa hangat, natural, dan tetap menyisakan jarak emosional yang realistis.

Visual dalam video musik tersebut memperlihatkan dua tokoh yang dulunya dekat saat sekolah, kemudian bertemu kembali ketika mereka sudah tumbuh dewasa. Memori lama, rasa yang belum selesai, hingga jarak emosional yang muncul karena waktu yang berjalan-semua dirangkai dengan tone visual lembut yang jadi ciri khas karya kolaborasi ini.

Album Retrospektif sendiri jadi wadah Afgan untuk melihat ulang perjalanan panjangnya sebagai musisi. Melalui album ini, ia menuliskan banyak refleksi tentang proses kreatif, pengalaman pribadi, dan bagaimana dirinya berkembang secara emosional. Afgan menggambarkan album ini sebagai perjalanan kembali ke hal-hal yang dulu membentuk dirinya, namun dengan pemikiran yang lebih matang.

Dalam pernyataannya, Afgan menyampaikan, "Setelah bertahun-tahun bereksperimen dan berjalan jauh, gue ingin kembali ke akar yang pernah menumbuhkan gue. Tapi kali ini dengan hati yang berbeda, lebih matang, lebih jujur, dan lebih siap berbagi cerita," ujarnya.

Secara keseluruhan, Retrospektif menunjukkan sisi Afgan yang lebih tenang dan menerima dirinya. Bukan sekadar nostalgia, tetapi sebuah proses mengenali kembali perjalanan hidup yang membuatnya bertumbuh. Ia berharap pendengar bisa merasakan kehadiran dan ketulusan dari setiap lagu yang ditulisnya, sebagaimana ia merasakan perjalanan pulang melalui musik.

"Gue pengen orang yang dengerin album ini ngerasa ditemani," kata Afgan menutup.