Kronologi Suami Siri Diduga Bunuh Istri dan Anak, Jasad Istri Dibakar hingga Digiling

Genvoice.id | 27 Oct 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kisah pilu menyelimuti keluarga Dini Hardiyanti (30) dan putranya, Arshaka Ghafa El Faezya alias Gafa (4), yang ditemukan tewas setelah sempat dilaporkan hilang selama lebih dari sebulan. Polisi menduga keduanya dibunuh oleh Dwi Bagus, suami siri Dini sekaligus ayah tiri Gafa, dalam kasus yang mengungkap dugaan tindakan keji terhadap ibu dan anak tersebut.

Dini dan Gafa dilaporkan hilang sejak 20 September 2026, setelah keluarga kehilangan kontak dengan keduanya. Informasi mengenai hilangnya ibu dan anak asal Bogor itu sempat menyebar di media sosial dan memicu pencarian oleh keluarga serta penyelidikan kepolisian.

Pencarian yang berlangsung selama berminggu-minggu akhirnya mengarah kepada Dwi Bagus setelah polisi menemukan sejumlah kejanggalan dalam kasus tersebut. Pelaku kemudian ditangkap di rumah temannya di Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, pada Minggu malam, 25 Oktober 2026.

Pertengkaran di Hotel Diduga Jadi Awal Pembunuhan

Setelah menangkap Dwi Bagus, polisi mengungkap dugaan rangkaian peristiwa yang menyebabkan Dini dan anaknya meninggal dunia. Lokasi pembunuhan yang diselidiki berada di wilayah Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, dengan dugaan adanya pertengkaran antara pelaku dan Dini sebelum kejadian.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur AKBP Arbaridi Jumhur mengatakan dugaan pembunuhan terhadap Dini bermula dari cekcok di sebuah hotel di Kota Madiun. Keterangan tersebut disampaikan pada Senin, 26 Oktober 2026, ketika polisi menjelaskan perkembangan penyelidikan kasus tersebut.

"Jadi, dilakukan oleh suami sirinya, karena pertengkaran di sebuah hotel di wilayah Madiun Kota," ujar AKBP Arbaridi Jumhur.

Menurut keterangan polisi, Dwi Bagus diduga mencekik Dini hingga meninggal dunia. Anak korban yang masih berusia empat tahun juga diduga dibunuh di lokasi berbeda, yakni di dalam mobil.

"Dibunuh dengan cara mencekik, dibawa keluar hotel, dan anaknya sendiri pun diperlakukan yang sama tapi beda tempat di dalam mobil," kata Jumhur.

Jasad Dini Diduga Dibakar dan Dimasukkan ke Penggilingan Daging

Penyidik juga mengungkap dugaan tindakan pelaku setelah pembunuhan terjadi. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur Kombes Roy H M Sihombing menjelaskan bahwa jasad Dini diduga dibakar, dimasukkan ke dalam penggilingan daging, kemudian dibakar kembali sebelum pelaku berencana membuangnya ke laut.

"Kemudian setelah dibakar dimasukkan ke dalam penggilingan daging ya. Kemudian setelah itu dibakar lagi dan baru rencananya dibuang ke laut," tutur Roy H M Sihombing di Mapolda Jawa Timur pada Senin, 26 Oktober 2026.

Sementara itu, Gafa diduga menjadi korban pembunuhan di dalam mobil dan disebut hendak dibuang ke laut. Rangkaian dugaan tindakan tersebut kini menjadi bagian dari penyidikan kepolisian untuk mengungkap secara menyeluruh kasus yang menewaskan ibu dan anak itu.

Tulang Korban Ditemukan di Tungku Pembakaran

Dalam proses penyelidikan, tim Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur memeriksa sebuah tungku yang diduga berkaitan dengan pembakaran jasad Dini. Petugas menemukan sisa jasad berupa tulang di dalam tungku yang berada di belakang rumah yang dihuni pelaku.

Tungku tersebut berlokasi di Jalan Kunir, Kelurahan Ngegong, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Bangunannya menyerupai cerobong setinggi sekitar dua meter dan terbuat dari bata ringan berwarna putih.

Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari olah tempat kejadian perkara bersama tim Jatanras dan Satreskrim Polres Madiun Kota. Petugas mengumpulkan bukti forensik untuk membantu mengungkap dugaan pembunuhan dan memastikan keterkaitan barang bukti dengan para korban.

Kasat Reskrim Polres Madiun Kota AKP Agus Riyadi membenarkan temuan sisa jasad tersebut ketika memberikan keterangan kepada wartawan pada Selasa, 27 Oktober 2026.

"Hanya berupa tulang korban yang ditemukan di tungku," ujar Agus Riyadi.

Keluarga Ungkap Komunikasi Terakhir Dini

Di tengah pengungkapan kasus tersebut, keluarga Dini masih berduka atas kehilangan ibu dan anak yang sebelumnya mereka cari selama berminggu-minggu. Kakak kandung Dini, Rika (42), mengenang adiknya sebagai sosok yang baik dan tidak banyak menimbulkan masalah di lingkungan keluarga maupun tempat tinggalnya.

"Dia mah orangnya baik, nggak neko-neko orangnya. Keluarga juga sayang sama dia," kata Rika saat ditemui di rumah duka di Puncak, Desa Sukakarya, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Senin, 26 Oktober 2026.

Rika mengatakan komunikasi terakhir dengan Dini terjadi pada 20 September 2026, ketika adiknya menghubungi keluarga dan menyampaikan rencana merayakan ulang tahun Gafa. Dini juga sempat memberi tahu keluarga bahwa dirinya akan menginap di hotel sebelum komunikasi dengan keluarga maupun suaminya terputus.

"Tanggal 20 (September) komunikasi terakhir, nelepon keluarga, bilang mau rayain ulang tahun anaknya, terus nginep dulu di hotel. Ya habis di hotel itu nggak ada kontak lagi, ke suaminya juga," ungkap Rika.

Karena tidak mengetahui keberadaan Dini dan Gafa, keluarga akhirnya melaporkan keduanya hilang kepada polisi. Rika juga menyebut Dwi Bagus sempat ikut bersama keluarga ketika membuat laporan orang hilang, sebelum akhirnya ditangkap setelah penyelidikan mengarah kepadanya.

"Iya sempat dilaporkan hilang. Iya (pelaku ikut buat laporan polisi)," kata Rika.

Warga Tak Menyangka Dini Menjadi Korban Pembunuhan

Kesedihan juga dirasakan warga di lingkungan tempat tinggal Dini di Kabupaten Bogor. Ketua RT setempat, Sutisna, mengatakan Dini dikenal sebagai warga yang baik dan kerap berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat.

"Kalau dibilang nggak neko-neko mah bener, orangnya memang baik. Kalau ada kegiatan apa-apa nih, dia mah nggak pernah lewat pasti ikut partisipasilah intinya, kasih dukungan uang atau apa," kata Sutisna saat ditemui di kediaman Dini.

Sutisna mengaku tidak menyangka kabar hilangnya Dini dan anaknya berakhir dengan penemuan bahwa keduanya diduga menjadi korban pembunuhan. Fakta bahwa orang yang diduga terlibat merupakan suami siri Dini semakin menambah kesedihan warga yang mengenal korban.

Kasus ini kini terus ditangani kepolisian melalui pemeriksaan barang bukti, termasuk sisa tulang yang ditemukan di tungku pembakaran. Penyidik masih perlu memastikan seluruh rangkaian peristiwa berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti yang dikumpulkan, sementara keluarga Dini dan Gafa harus menghadapi kehilangan yang begitu berat.