Harga Serba Naik, Tarif Transjakarta Ikut Naik? Ini Alasan Kuat Pemprov DKI dan Isu Tarif Jadi Rp5.000
JAKARTA, GENVOICE.ID - Siap-siap, tarif Transjakarta yang sudah Rp3.500 sejak lama berpotensi naik!
Pemprov DKI Jakarta tengah mengkaji penyesuaian tarif karena cost recovery (pemulihan biaya operasional) anjlok drastis. Isu menyebutkan tarif bisa naik jadi Rp5.000.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa alasan utama kenaikan ini adalah anjloknya rasio pemulihan biaya operasional (cost recovery). Syafrin menyebut biaya operasional terus naik akibat inflasi dan kenaikan harga, sementara tarif tidak berubah.
"Kami sudah melakukan kajian, bahkan dari hasil perhitungan Dinas Perhubungan, Cost recovery-nya itu turun dari sebelumnya rata-rata 34-35 persen, sekarang dengan kenaikan harga, inflasi dan sebagainya, tinggal di angka 14 persen," ujar Syafrin pada Senin (27/10/2025).
Penyesuaian tarif dinilai realistis untuk menyeimbangkan kembali kondisi keuangan Transjakarta. Isu yang beredar menyebutkan tarif bisa naik menjadi Rp5.000 per penumpang, meskipun angka pastinya masih dikaji.
Beban Subsidi Rp6 Triliun APBD Jakarta
Wacana ini diamini oleh pihak DPRD. Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, menyoroti bahwa subsidi transportasi publik (Public Service Obligation / PSO) adalah salah satu beban terbesar APBD Jakarta, mencapai sekitar Rp6 triliun setiap tahun.
Dari total tersebut, sekitar Rp4,2 triliun digunakan khusus untuk mensubsidi penumpang Transjakarta yang jumlahnya mencapai 1,3 juta orang per hari.
Nova juga menyinggung rute-rute Transjabodetabek ke Bekasi dan Tangerang. Meski jarak tempuhnya jauh, tarifnya tetap Rp3.500, yang dinilai tidak proporsional.
Kenaikan Harus Berkeadilan
Namun, kenaikan tarif tidak bisa diputuskan sepihak. Syafrin menegaskan perubahan tarif harus disetujui oleh DPRD, sesuai dengan Perda Nomor 10 Tahun 2014.
DPRD pun mendorong Pemprov DKI agar kebijakan kenaikan tarif ini tetap berkeadilan dan tidak memberatkan masyarakat, terutama mengingat kondisi ekonomi saat ini. Peninjauan ulang tarif memang sudah semestinya dilakukan, tetapi aspek kemampuan warga harus menjadi prioritas utama.
Kita tunggu saja, Gen, angka pasti tarif baru Transjakarta setelah kajian dan pembahasan di DPRD selesai.