Oknum TNI Tembak Bank BUMN di Gowa: Diduga Dipicu Gaya Hidup dan Tekanan Ekonomi

Genvoice.id | 27 Sep 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Gowa, Sulawesi Selatan, di mana anggota TNI AD berinisial Praka S melepaskan tembakan di kantor Bank BUMN. Dugaan sementara menyebutkan bahwa aksi nekat Praka S ini dipicu oleh tekanan ekonomi parah yang diakibatkan oleh gaya hidup dan masalah finansial pribadi.

Saat ini, kasus tembakan di Bank BUMN Gowa tersebut sudah dilimpahkan sepenuhnya kepada Polisi Militer Kodam (Pomdam) XIV/Hasanuddin. Aksi ini jelas memicu kepanikan dan pertanyaan besar mengenai motifnya.

Gaya Hidup Mewah Jadi Pemicu?

Pernyataan dari Divif 3 Kostrad mengindikasikan bahwa masalah pribadi dan finansial Praka S telah mencapai titik puncak hingga berujung pada tindak kekerasan. Namun, pihak Kostrad memilih untuk tidak berspekulasi lebih jauh, termasuk soal apakah Praka S terlilit pinjaman online (pinjol).

"Dugaan sementara pemicunya dikarenakan tekanan ekonomi akibat gaya hidup dan tingkah lakunya," kata Yogi.

Kasus ini sendiri kini sudah dilimpahkan sepenuhnya kepada Polisi Militer Kodam (Pomdam) XIV/Hasanuddin untuk penyelidikan lebih lanjut. Hal ini dilakukan karena Pomdam adalah pihak yang memiliki kewenangan penuh untuk menyelidiki kasus pidana yang melibatkan anggota TNI.

Desakan Evaluasi Aturan Senpi

Peristiwa ini kembali memicu perhatian publik dan desakan dari berbagai pihak, termasuk Imparsial, yang meminta agar aturan penggunaan senjata api (senpi) di kalangan TNI dievaluasi. Aksi Praka S yang membawa senjata api laras panjang dan mengamuk di tempat umum menunjukkan perlunya pengawasan ketat terhadap kondisi mental dan finansial anggota TNI yang memegang senpi.

Singkatnya, insiden ini adalah contoh ekstrem bagaimana tekanan ekonomi-yang kemungkinan diperburuk oleh gaya hidup-bisa menyebabkan seseorang berbuat nekat. Saat ini, kita hanya bisa menunggu hasil penyelidikan mendalam dari Pomdam XIV/Hasanuddin untuk mengetahui detail motif Praka S yang sebenarnya.

Gimana menurutmu, Gen? Apakah masalah finansial di kalangan anggota militer perlu penanganan khusus?