Flick Ngamuk! Lamine Yamal Dipaksa Main Saat Cedera Kemaluan, Barcelona Jadi Meradang

Genvoice.id | 27 Sep 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Barcelona mendapat pukulan berat jelang laga penting melawan Newcastle setelah dipastikan kehilangan salah satu pemain mudanya yang paling bersinar, Lamine Yamal.

Pemain berusia 17 tahun itu mengalami cedera pada bagian tulang kemaluan dan dipastikan absen dalam pertandingan mendatang. Lebih dari sekadar kehilangan di lapangan, pelatih Hansi Flick melontarkan kritik keras kepada Timnas Spanyol, yang ia nilai telah memaksakan Yamal bermain dalam kondisi tidak layak.

Dalam konferensi pers yang digelar jelang pertandingan, Flick mengungkap bahwa Yamal sebenarnya sudah merasakan ketidaknyamanan sejak dipanggil ke tim nasional. Ironisnya, sang pemain bahkan tak sempat berlatih bersama skuad Spanyol, namun tetap dimainkan, dengan bantuan obat pereda nyeri.

"Sayang sekali karena dia pergi ke tim nasional dengan sedikit rasa sakit. Dia tidak berlatih apa pun bersama tim nasional. Dia minum obat pereda nyeri saat bermain. Setelah menjalani tes, dia tidak akan tersedia untuk besok dan diragukan bisa tampil di Newcastle," kata Flick.

Flick menyebut bahwa cara penanganan terhadap Yamal oleh federasi Spanyol menunjukkan kurangnya tanggung jawab dalam mengelola pemain muda. Ia menegaskan bahwa pemain seumur Yamal membutuhkan penanganan yang lebih hati-hati, terutama dengan jadwal kompetisi yang sangat padat.

Cedera ini datang di saat performa Yamal tengah menanjak. Ia menjadi bagian penting dalam skema Hansi Flick sejak awal musim dan berulang kali menunjukkan magisnya di lini serang. Dengan absennya Yamal, Barcelona kemungkinan akan mengandalkan Ferran Torres atau Raphinha untuk mengisi posisinya.

Namun bagi Flick, isu ini lebih besar dari sekadar rotasi. Ia menyindir bahwa manajemen pemain muda di level internasional perlu dievaluasi ulang, apalagi ketika menyangkut pemain yang disebut-sebut sebagai masa depan sepak bola Spanyol.

"Dia baru 17 tahun. Tidak bisa terus-menerus dipaksa seperti ini," tegas Flick.

Barcelona kini harus berhitung ulang dalam strategi mereka ke depan, sementara kondisi Yamal masih terus dipantau oleh tim medis klub. Belum ada kepastian kapan ia akan pulih sepenuhnya, namun keprihatinan atas kondisinya kini telah memicu diskusi luas soal tanggung jawab federasi dalam melindungi pemain muda berbakat.