Drama Baru di IBL All Indonesian Cup 2025! Regenerasi Besar, Strategi Timnas, dan Duel Panas Satria Muda vs Dewa United!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Ada yang berbeda di IBL All Indonesian Cup 2025 tahun ini. Jika tahun lalu hanya jadi kompetisi pengisi jeda musim, kali ini turnamen khusus pemain lokal ini punya makna besar, yakni ajang seleksi dan pemanasan Timnas Indonesia untuk SEA Games 2025 di Thailand.
Dilansir dari Antara, menurut Sekjen PP Perbasi Nirmala Dewi, ajang ini jadi panggung penting untuk memantau talenta murni Indonesia. Apalagi, regulasi SEA Games terbaru melarang penggunaan pemain naturalisasi dan keturunan, sehingga federasi harus menyiapkan skuad full lokal.
Dari 13 tim peserta, kini tersisa Satria Muda Pertamina, Pelita Jaya, Hangtuah Jakarta, dan Dewa United Banten. Hampir sama seperti edisi 2024, hanya Prawira Bandung yang absen dan posisinya digantikan Hangtuah.
Satria Muda tetap jadi kekuatan tradisional. Diakuisisi PT Persib Bandung Bermartabat, mereka makin kuat dengan tambahan pemain eks-Prawira seperti Yudha Saputera dan Pandu Wiguna.
Pelita Jaya tampil stabil, membuktikan konsistensi mereka sebagai klub elit, bahkan tanpa pemain asing.
Hangtuah Jakarta jadi kejutan. Di bawah pelatih Widayat "Coach Cacing" Wahyu Jati, mereka bangkit dan lolos ke semifinal. Sinyal kuat bahwa petakekuatan basket nasional kini lebih merata.
Dewa United Banten, juara IBL 2025, berani tampil beda. Mereka menurunkan mayoritas pemain muda, hanya menyisakan Dio Tirta Saputra dari skuad inti. Nama besar seperti Arki Wisnu hingga Kaleb Ramot Gemilang diistirahatkan. Hasilnya mereka sukses comeback dramatis atas Pelita Jaya 71-63 untuk melaju ke final lawan Satria Muda.
Partai puncak akan mempertemukan pengalaman vs energi muda, Satria Muda yang sarat mental juara melawan Dewa United dengan bintang-bintang muda haus pembuktian.
Di turnamen ini, pemain lokal membuktikan kualitasnya. Skor 17-20 poin jadi hal lumrah, bahkan ada yang tembus 29 poin per laga! Kontras dengan musim reguler IBL, di mana pemain asing mendominasi panggung utama dan pemain lokal hanya jadi pelengkap.
Fenomena ini menunjukkan talenta asli Indonesia yang punya potensi besar, asal diberi menit bermain. Atmosfer basket tanah air memang meningkat, basis fans makin fanatik, tapi pengembangan pemain lokal tetap jadi kunci masa depan.
Perbasi pun tak main-main. Seleksi pemain Timnas kini fokus di ajang ini, bukan lagi mengintip IBL reguler yang lebih condong jadi arena para eks-pemain NBA.