Terkena Gas Air Mata Saat Demo? Ini Cara Pertolongan yang Tepat
JAKARTA, GENVOICE.ID - Aksi demonstrasi terkadang diwarnai penggunaan gas air mata untuk membubarkan massa. Paparan zat iritan tersebut dapat menimbulkan berbagai keluhan, mulai dari mata berair dan terasa terbakar hingga gangguan pada saluran pernapasan.
Menurut informasi dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gas air mata dapat menyebabkan produksi air mata berlebihan, sensasi terbakar pada mata, serta penglihatan menjadi kabur. Paparan juga dapat membuat hidung berair, tenggorokan terasa terbakar, sulit menelan, sesak dada, sesak napas, hingga sensasi seperti tersedak.
Risiko gangguan kesehatan dapat menjadi lebih serius apabila seseorang terpapar dalam jarak dekat atau berada di ruangan tertutup. Karena itu, penting untuk segera menjauh dari sumber paparan dan melakukan pertolongan pertama setelah terkena gas air mata.
Gas Air Mata Sebenarnya Bukan Gas
Meski disebut gas air mata, zat tersebut sebenarnya berasal dari bahan kimia yang dapat berbentuk padat dan kemudian disebarkan ke udara. Dua senyawa yang umum digunakan adalah kloroasetofenon (CN) dan klorobenzilidenemalononitril (CS).
Saat mengikuti demonstrasi, penggunaan perlindungan untuk mata juga dapat membantu mengurangi risiko paparan langsung. American Academy of Ophthalmology menyarankan penggunaan pelindung mata, meski alat tersebut tetap tidak dapat memberikan perlindungan secara menyeluruh.
Cara Pertolongan Pertama saat Terkena Gas Air Mata
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah segera menjauh dari lokasi yang dipenuhi gas air mata. Tutup hidung, mulut, dan mata sebisa mungkin untuk mengurangi jumlah zat iritan yang terhirup atau mengenai tubuh.
Jika mata terkena paparan, segera bilas menggunakan air bersih yang mengalir atau cairan pencuci mata selama sekitar 10-15 menit. Saat membilas, posisi kepala sebaiknya dibuat menunduk agar sisa zat iritan tidak mengalir ke bagian tubuh lain.
Bagi pengguna lensa kontak, segera lepaskan lensa dan jangan menggunakannya kembali. Sementara itu, kacamata yang terkena paparan dapat dicuci menggunakan air bersih sebelum kembali digunakan.
Segera Bersihkan Kulit dan Pakaian
Apabila serbuk atau residu gas air mata mengenai kulit dan pakaian, segera lepaskan pakaian yang terkontaminasi dan bilas tubuh menggunakan air dingin. Mandi dengan air bersih dapat membantu membersihkan sisa zat iritan yang masih menempel pada tubuh.
Saat melepas pakaian yang sudah terkena paparan, lakukan dengan hati-hati agar zat iritan tidak kembali mengenai wajah dan mata. Jika memungkinkan, pakaian dapat digunting daripada dilepas melewati kepala untuk mengurangi risiko paparan tambahan.
Cari Udara Segar dan Jangan Mengucek Mata
Setelah meninggalkan area yang terpapar, carilah tempat dengan sirkulasi udara yang baik. Berada di lokasi yang lebih tinggi juga dapat membantu menjauhkan diri dari partikel iritan yang cenderung berada lebih dekat dengan permukaan tanah.
Jika mata masih terasa perih, usahakan untuk sering berkedip agar produksi air mata alami membantu membersihkan permukaan mata. Hindari mengucek mata karena tindakan tersebut dapat membuat zat iritan semakin menyebar dan memperparah iritasi.
Air dingin yang mengalir lebih disarankan saat membersihkan tubuh setelah terkena gas air mata. Hindari penggunaan air panas karena dapat memperburuk rasa tidak nyaman pada kulit, serta jangan berendam karena zat iritan yang terlepas dapat kembali menempel dan menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Kapan Harus Mendapatkan Bantuan Medis?
Sebagian keluhan akibat paparan gas air mata dapat membaik setelah seseorang menjauh dari sumber paparan dan membersihkan tubuh. Namun, bantuan medis perlu segera dicari apabila gejala tidak membaik atau justru semakin parah.
Gangguan pernapasan, sesak yang berat, nyeri dada, gangguan penglihatan yang menetap, atau iritasi mata dan kulit yang serius merupakan kondisi yang sebaiknya tidak diabaikan. Terlebih jika paparan terjadi dalam jumlah besar, dari jarak dekat, atau di ruang tertutup.
Mengetahui langkah pertolongan pertama menjadi hal penting bagi siapa pun yang berada di sekitar lokasi demonstrasi. Selain membantu mengurangi dampak paparan, segera menjauh dari sumber gas dan mendapatkan penanganan yang tepat dapat membantu mencegah kondisi yang lebih serius.