Pemadam Karhutla Pakai Singkong Arahan Prabowo Bikin Mahfud MD Heran: Aneh, tapi Ayo Dicoba!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menanggapi secara terbuka wacana pemanfaatan inovasi berbasis bahan pangan lokal untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Gagasan menggunakan tepung berbahan dasar singkong atau ubi tersebut mengemuka setelah Presiden Prabowo Subianto mendorong pengembangannya secara massal sebagai salah satu solusi alternatif penanganan karhutla di wilayah Indonesia.
Melalui unggahan di akun media sosial X pribadinya, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini secara blak-blakan mengaku heran dengan konsep pemadaman api menggunakan olahan singkong tersebut. Rasa sangsi itu muncul lantaran skala kebakaran hutan yang melahap berbagai wilayah di Tanah Air saat ini sudah tergolong amat masif.
"Aneh, tapi mungkin itu benar asal tepungnya sekian puluh kali lipat dari luasan hutan/lahan yg terbakar yang menurut Menhut (18/8/2026) sudah menjalar di luasan 202.000 hektar," kata Mahfud.
Mahfud secara khusus menyoroti data terbaru dari Kementerian Kehutanan yang mencatat bahwa luas karhutla telah menjangkau sekitar 202.000 hektare. Dengan nada sedikit berseloroh namun kritis, ia menilai metode tersebut mungkin saja berhasil, dengan catatan volume tepung yang dikerahkan harus puluhan kali lipat melampaui total luasan lahan yang tengah membara.
Meski terkesan unik dan tidak biasa bagi sistem pemadaman bencana, Mahfud secara tegas menantang pemerintah untuk benar-benar menguji efektivitas metode ini di lapangan guna membuktikan keampuhannya secara teknis.
"Ayo dicoba," ucapnya.
Inovasi yang menjadi perbincangan ini sejatinya dirancang dalam bentuk cairan gel berbahan dasar ekstrak singkong. Formula ini diklaim memiliki kemampuan khusus untuk menahan panas, meredam titik api, serta memutus rantai pembakaran, terutama pada fase awal munculnya kebakaran lahan pecat atau hutan.
Arahan untuk mengkaji dan memproduksi bahan ini dalam skala besar disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Sumatera Selatan. Pemerintah bahkan membuka peluang untuk menguji penyebaran gel singkong tersebut melalui armada udara, baik menggunakan helikopter maupun pesawat khusus pengebom air (water bombing).
Wacana pemanfaatan teknologi unik ini pun langsung menjadi pusat perhatian publik di tengah upaya intensif pemerintah mengatasi dampak buruk asap dan rusaknya ekosistem akibat kebakaran yang kian meluas.
Keberhasilan inovasi ini kini sangat bergantung pada pembuktian ilmiah serta hasil uji coba terbuka di lapangan. Masyarakat menantikan apakah metode gel tepung singkong ini mampu menjawab tantangan sebagai senjata ampuh menaklukkan karhutla, atau sekadar menjadi wacana eksperimental di tengah situasi darurat bencana.