5 Pelajar Sukabumi Hendak Ikut Demo di Jakarta Diamankan di Stasiun Bogor

Genvoice.id | 27 Aug 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Lima pelajar SMK asal Sukabumi diamankan polisi bersama Satgas Pelajar Kota Bogor saat hendak berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi demonstrasi, Kamis (27/8/2026). Kelima pelajar tersebut diketahui membolos sekolah sebelum menuju Stasiun Bogor.

Mereka diamankan di depan sebuah minimarket yang berada di kawasan Stasiun Bogor. Kelimanya diduga hendak melanjutkan perjalanan menggunakan KRL menuju Jakarta untuk bergabung dengan massa aksi.

Salah seorang pelajar berinisial AD (16) mengaku berangkat dari Sukabumi bersama empat rekannya. Mereka menumpang truk untuk menuju Bogor sebelum berencana melanjutkan perjalanan ke Jakarta.

"Nge BM (nebeng) dari Sukabumi. Memang mau ke Jakarta, mau ikut demo," kata AD.

AD merupakan pelajar kelas 11, sedangkan empat rekannya duduk di kelas 12. Mereka mengakui sengaja tidak masuk sekolah pada hari tersebut.

"Kami bolos semua," ujar AD.

Sejumlah rekan mereka yang lain juga disebut masih dalam perjalanan menuju Stasiun Bogor. Mereka berencana bertemu di lokasi sebelum bersama-sama berangkat ke Jakarta.

Kelima pelajar tersebut kemudian dibawa ke Mako Polresta Bogor Kota sekitar pukul 10.00 WIB untuk menjalani pemeriksaan. Saat diamankan, mereka masih mengenakan pakaian dengan identitas SMK Taman Siswa Sukabumi.

Isi Tas Pelajar Diperiksa

Petugas turut memeriksa ponsel dan barang bawaan kelima pelajar tersebut. Dari pemeriksaan, Satgas Pelajar Kota Bogor tidak menemukan benda berbahaya.

Sekretaris Satgas Pelajar Kota Bogor Entis Sutisna mengatakan, satu-satunya barang yang ditemukan dan menjadi perhatian dari pemeriksaan tas adalah sebuah peci.

"Untuk barang-barang (yang berbahaya) sih tadi tidak ada, hanya satu kopeah ya atau peci, itu saja sih," kata Entis di Mako Polresta Bogor Kota, dikutip dari TribunnewsBogor.

Pada awalnya, para pelajar tidak mengakui hendak menuju Jakarta untuk mengikuti demonstrasi. Petugas kemudian memeriksa isi ponsel mereka dan menemukan indikasi bahwa kelimanya memang telah merencanakan perjalanan ke Jakarta.

"Dan dia awalnya tidak mengakui bahwa itu mau ke Jakarta. Ketika kita proses lebih lanjut dengan pengecekan handphone, ternyata memang di situ ada indikasi mau ke Jakarta," ujar Entis.

Dari percakapan di ponsel, petugas mengetahui para pelajar tersebut telah membuat janji untuk bertemu di depan minimarket di kawasan Stasiun Bogor. Mereka disebut masih menunggu kedatangan pelajar lain dari Sukabumi sebelum melanjutkan perjalanan.

"Kalau lihat dari chat-an sih tidak ada ajakan, cuma masih menunggu-menunggu untuk keberangkatan ke Jakarta," kata Entis.

Pelajar Tahu Demo dari Media Sosial

AD mengaku mengetahui rencana aksi demonstrasi di Jakarta dari media sosial. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara rinci isu yang akan disuarakan dalam aksi tersebut.

Pelajar kelas 11 itu hanya mengetahui adanya isu mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Taunya soal kenaikan harga BBM aja. Yang lainnya lupa lagi," ujar AD.

AD mengatakan dirinya memang sengaja datang ke Jakarta untuk mengikuti demonstrasi setelah mendapatkan informasi mengenai aksi tersebut melalui media sosial.

"Sengaja aja datang ke sana. Tahu info demonya saya dari medsos," katanya.

Ia juga mengaku telah meminta izin kepada orangtuanya untuk pergi ke Jakarta. Namun, AD tidak menyampaikan kepada orangtuanya bahwa tujuan keberangkatannya adalah untuk mengikuti demonstrasi.