Nissan Resmi Akhiri Produksi GT-R R35, Inilah Sang 'Midnight Purple' Terakhir

Genvoice.id | 27 Aug 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Setelah hampir dua dekade mendominasi jalanan dan lintasan, Nissan akhirnya menutup lembaran panjang perjalanan GT-R R35. Unit terakhir yang keluar dari jalur produksi adalah edisi spesial T-Spec berwarna Midnight Purple-warna ikonik yang sejak lama jadi favorit penggemar.

Produksi R35 tercatat berlangsung selama 18 tahun, menjadikannya generasi GT-R paling lama bertahan dibanding pendahulunya. Sejak pertama kali meluncur pada 2007, mobil ini telah terjual lebih dari 48 ribu unit di seluruh dunia, dengan sepertiga di antaranya beredar di Jepang.

Dari 'Godzilla' ke 'Mechagodzilla'

Setiap generasi GT-R punya karakter unik. Hakosuka menjadi ikon klasik, R32 dijuluki "Godzilla" karena keganasannya di ajang balap, sementara R34 dikenal luas lewat film Fast and Furious. Lalu hadir R35, yang awalnya tampil sebagai teknologi tercanggih di masanya, namun seiring waktu berubah menjadi petarung tua nan tangguh. Bahkan di usia senjanya, versi NISMO masih sanggup membuat supercar Eropa kewalahan di track day. Tak heran, banyak penggemar menyebutnya sebagai "Mechagodzilla."

Meski mendapat kritik karena dianggap terlalu "robotik," GT-R R35 tetap meninggalkan kesan kuat. Dari awal yang kaku dan liar, hingga versi terbaru yang terasa seperti mengendalikan robot Gundam raksasa, mobil ini punya perjalanan evolusi yang menarik.

Warisan Balap dan Sentuhan Takumi

Tak hanya di jalan raya, R35 juga sukses di dunia balap. Mobil ini mengantongi lima gelar juara kelas GT500 dan tiga gelar GT300 di ajang Super GT Jepang. Di Nürburgring, GT-R menjadi momok bagi Porsche dengan catatan waktu yang terus membaik-bahkan bisa dibilang GT-R-lah yang membuat publik begitu terobsesi dengan rekor lintasan tersebut.

Keistimewaan lain ada di balik mesinnya. Setiap unit V6 twin-turbo buatan R35 dirakit secara manual oleh teknisi spesialis yang disebut Takumi. Mereka bukan sekadar merakit, tetapi juga menandatangani karya mereka, memastikan mesin itu punya jiwa dan presisi.

Selanjutnya untuk GT-R?

Nissan memastikan bahwa nama GT-R tidak akan berhenti di sini. Meski belum jelas wujudnya, banyak spekulasi bahwa penerus R35 bakal hadir dalam bentuk elektrifikasi. Namun, dengan kondisi finansial Nissan yang cukup berat, kelahirannya mungkin tidak dalam waktu dekat.

Mengucapkan selamat tinggal pada R35 memang menimbulkan rasa haru. Bagaimanapun, ia adalah simbol kekuatan Jepang di ranah supercar, monster jalanan yang jadi mimpi banyak orang. Selamat beristirahat, Mechagodzilla-legendamu tak akan pernah pudar.