Lurah Manggarai Selatan Jadi Korban Amuk Massa Demo di Slipi, Mobil Dinas Hancur!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, demo di sekitaran Gedung DPR Jakarta ternyata nyisain cerita yang bikin miris. Muhammad Sidik, Lurah Manggarai Selatan, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, bersama sopirnya Asep Yudiana, harus ngalamin pengalaman pahit. Mobil dinas mereka hancur, barang pribadi hilang, dan keduanya jadi korban pengeroyokan massa yang lagi ricuh, Senin (25/8) malam.
Awalnya, Sidik cuma berniat pulang ke rumahnya di Tanah Abang Dalam setelah kerja. Karena jalan macet parah, dia dan sopirnya muter arah lewat Jalan S. Parman. Nahas, begitu sampai Bundaran Slipi, mobil dinas berpelat merah itu malah disangka kendaraan milik anggota DPR. Massa langsung provokatif, bahkan ada yang teriak-teriak nuduh mobil itu milik pejabat.
Sidik sempat bilang ke sopirnya buat terus jalan supaya nggak diserang. Tapi, kerumunan malah makin brutal. Kaca mobil dilempar, hingga akhirnya kendaraan itu nabrak motor dan terpaksa berhenti. Dari situ, keadaan makin kacau. Sopirnya nyuruh Sidik keluar, berharap massa bisa ngerti kalau dia bukan anggota dewan. Sayangnya, kerumunan tetap beringas. Sidik dan sopirnya dipukuli, bahkan sampai harus lari ke dalam gang buat selamatin diri.
Kerugian dari insiden itu cukup besar. Mobil dinas rusak parah, dua ponsel senilai Rp25 juta hilang, plus dompet dan barang pribadi lainnya ikut raib. Yang lebih parah lagi, Sidik dan Asep harus menderita luka lebam, memar di wajah, kaki, dan tubuh akibat pukulan benda tumpul.
Kapolsek Palmerah, Kompol Gomos Simamora, memastikan pihaknya sudah menerima laporan dari korban. "Sudah buat LP kemarin sore di Polsek," ujarnya kepada wartawan, Rabu (27/8). Kasus ini sedang diproses dengan dugaan pengeroyokan, mengacu pada Pasal 170 KUHP.
Sidik sendiri sempat bilang, "Saya minta supir untuk jalan terus tetapi massa terus mengejar sembari memecahkan kaca mobil."
Hingga kini, polisi masih mendalami kronologi lengkapnya. Yang jelas, peristiwa ini jadi peringatan keras soal betapa rawannya situasi ketika demo berujung ricuh.