Charles Leclerc Buka Suara Soal Performa Lewis Hamilton di Ferrari: "Terlalu Dini untuk Menilai"

Genvoice.id | 27 Aug 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kedatangan Lewis Hamilton ke Ferrari pada musim 2025 sempat memicu ekspektasi besar. Banyak yang menduga juara dunia tujuh kali itu bisa langsung bersaing memperebutkan gelar setelah meninggalkan Mercedes. Namun, paruh pertama musim berjalan jauh dari harapan, membuat publik mulai mempertanyakan langkah berani Hamilton pindah ke Maranello.

Hingga jeda musim panas, Hamilton belum sekalipun naik podium bersama Ferrari. Momen terburuknya terjadi di GP Hungaria, ketika ia hanya mampu start dari posisi 12 dan finis di urutan yang sama, bahkan tertinggal satu lap dari pemenang lomba. Setelah balapan, Hamilton blak-blakan mengkritik performanya sendiri dengan menyebut dirinya "useless" serta menyindir Ferrari mungkin butuh "pembalap lain." Meski begitu, ia menegaskan tak akan menyerah dan memastikan tampil di GP Belanda.

Sementara itu, Charles Leclerc justru tampil jauh lebih konsisten. Dalam sesi kualifikasi, Leclerc unggul 10-4 atas rekan setim barunya. Rata-rata posisi start pembalap asal Monako itu berada di 5,1, jauh lebih baik dibanding Hamilton yang rata-rata di 8,4. Dari segi kecepatan, Leclerc juga unggul rata-rata 0,241 detik dibanding peraih 104 pole position tersebut.

Di balapan, Leclerc memimpin 11-2 dalam catatan finish. Secara rata-rata, ia finis di posisi 5,0, sedangkan Hamilton tertahan di 6,5. Statistik ini menegaskan dominasi Leclerc di internal Ferrari sepanjang awal musim.

Meski demikian, Leclerc menolak terburu-buru menilai performa Hamilton. Menurutnya, situasi yang dihadapi Hamilton tidak mudah setelah 12 tahun bersama Mercedes. "Saya tidak punya ekspektasi besar karena saya tidak tahu apa yang akan terjadi," kata Leclerc kepada media. "Sebagai pembalap, Anda bisa melihat data lawan, tapi selalu ada tanda tanya-apakah itu murni dari kemampuan pembalap atau dari mobil."

Leclerc menambahkan, masih terlalu dini untuk menyimpulkan apa pun. "Sekarang kami juga tidak sedang bertarung untuk kemenangan atau pole, dan itu membuat situasinya berbeda. Fokus saya adalah membawa Ferrari kembali ke papan atas. Untuk Lewis, ini musim pertama dengan tim baru, wajar jika butuh waktu untuk memahami sistem yang berbeda."

Ucapan Leclerc menunjukkan adanya rasa hormat terhadap Hamilton, meski saat ini dirinya jelas berada di atas angin. Bagi Ferrari, kinerja keduanya akan sangat penting dalam upaya mengembalikan kejayaan tim di Formula 1, sekaligus memenuhi harapan besar tifosi di seluruh dunia.