Bukan Sekadar Latihan! Terungkap Alasan Klub Eropa Rela Terbang ke Asia di Pramusim 2025
JAKARTA, GENVOICE.ID - Menjelang musim 2025-2026, klub-klub papan atas Eropa melakukan tur pramusim ke berbagai negara, termasuk Asia.
Dari Liverpool, Arsenal, dan Manchester United, hingga raksasa Spanyol Barcelona serta AC Milan, semuanya menggelar laga di Hong Kong, Singapura, Jepang, Korea Selatan, bahkan Malaysia.
Namun, tur pramusim ini bukan sekadar ajang pemanasan pemain.
Dilansir dari Antara, ada alasan besar di balik perjalanan ribuan kilometer ke Asia.
Dengan populasi 4,8 miliar jiwa (58,7% penduduk dunia), Asia adalah pasar emas bagi klub Eropa. Meski prestasi sepak bola Asia belum setara Eropa, antusiasme penggemar di kawasan ini luar biasa. Tiket laga pramusim selalu ludes, stadion penuh, dan komunitas fans klub Eropa tumbuh masif, dari BIGREDS (Liverpool) hingga Arsenal Indonesia.
Tur pramusim adalah kolaborasi saling menguntungkan. Klub Eropa mendapat pemasukan besar, sementara kota tuan rumah meraup keuntungan ekonomi.
Liverpool diprediksi mengantongi £8-10 juta (Rp175-219 miliar) dari tur Hong Kong dan Yokohama.
Barcelona bahkan meraup minimal €20 juta (Rp379 miliar) dari tur Jepang dan Korea Selatan.
Pendapatan ini meliputi fixed fee, insentif performa, sponsor, dan penjualan merchandise. Penjualan jersey Arsenal, AC Milan, dan Newcastle di Singapura saja naik 20% menjelang laga.
Bagi sponsor, ini kesempatan emas. Chief Executive Liverpool, Billy Hogan, menegaskan,
"Asia adalah basis penggemar penting. Hong Kong adalah pusat Standard Chartered, Japan Airlines dan Kodansha juga mitra kami. Tur ini bagian dari membangun merek di pasar strategis."
Tak hanya klub yang untung. Hong Kong diperkirakan meraup HK$428 juta (Rp892 miliar) selama Hong Kong Football Festival 2025. Tarif hotel naik 12%, mengalahkan perkiraan 8%, dan sektor retail hingga transportasi ikut kecipratan berkah.
Singapura pun merasakan hal serupa lewat Singapore Football Festival, yang menyedot wisatawan regional, mendorong belanja, dan menaikkan okupansi hotel.