Viral! Beredar Rekaman Suara Diduga Pemilik Warung yang Ungkap Kericuhan di Matraman

Genvoice.id | 27 Jul 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Media sosial telah digemparkan dengan insiden viral yang melibatkan kericuhan antar kelompok yang terjadi di kawasan Matraman Dalam, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (26/7).

Beredar berbagai narasi dari sejumlah pihak yang menyatakan bahwa bentrokan tersebut dipicu oleh "cekcok" kecil di warung makan. Dugaan sementara menyebutkan ada beberapa kelompok yang diduga tidak membayar makanan, lalu beralih dengan adanya perusakan fasilitas setempat.

Namun, dalam rekaman suara yang telah beredar, sosok yang diduga pemilik warung telah membantah adanya narasi tersebut. Dalam rekaman yang telah diunggah oleh akun Instagram @nyogjabanget, dirinya menegaskan bahwa keributan yang terjadi bukan dipicu oleh masalah pembayaran makanan maupun perusakan fasilitas.

Menurutnya, peristiwa tersebut dimulai ketika seorang pengendara sepeda motor dengan knalpot bising melintas di area sekitar warung. Suara knalpot yang keras diduga meganggu beberapa pengunjung yang sedang makan, sehingga muncul adanya teguran dari salah satu pengunjung yang ada di lokasi.

"Ngga, Ambon mah nggak makan nasi uduk, Ambon mah habis beli bubur, habis beli bubur terus knalpotnya yang berisik itu mungkin dikencengin," ujar pemilik warung.

Pengendara yang memiliki knalpot bising itu tidak diterima saat ditegur. Tak lama setelah dirinya pergi, ia kembali ke lokasi dengan membawa sejumlah rekannya hingga membuat situasi semakin memanas.

"Terus mungkin dia nggak mau ditegur berisik, eh terus lanjut terus kembali laginya bawa temennya," lanjutnya.

Di dalam rekaman itu juga dijelaskan bahwa orang yang memberikan teguran sudah tidak ada di warung saat rombongan tersebut kembali. Pengakuan dari pemilik warung menjelaskan bahwa dirinya tidak mengetahui penyebab pasti dari keributan yang terjadi. Ia baru mengetahui adanya insiden saat teguran yang terjadi dari pengunjung.

Dengan beredarnya rekaman suara ini, pihak aparat setempat telah menyelidiki dan akan menindak lanjut secara transparan untuk ke depannya.