Trump Desak Eropa Perketat Imigrasi sebelum Bahas Perdagangan dengan Uni Eropa
JAKARTA, GENVOICE.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial jelang pertemuan penting dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di Skotlandia. Dalam kunjungan empat harinya ke Inggris yang disebut sebagai "liburan keluarga", Trump menyelipkan agenda pertemuan bilateral yang berpotensi menentukan masa depan hubungan dagang antara AS dan Uni Eropa.
Di sela-sela kunjungannya ke resor golf milik keluarganya di Turnberry, Trump melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan imigrasi dan energi di Eropa. "Berhentilah dengan kincir angin itu. Kalian menghancurkan negara-negara kalian sendiri. Lihat dari udara, kalian sedang merusak ladang dan lembah yang indah, dan membunuh burung-burung kalian," kata Trump. Ia juga memperingatkan, "Kalau kalian tidak membereskan masalah imigrasi, Eropa tidak akan ada lagi."
Meski Trump menghindari jumpa pers dengan wartawan yang menemaninya di Air Force One, ia terlihat menikmati waktu bermain golf sambil mendengarkan musik dari buggy yang dikendarainya-terdengar lagu-lagu seperti "Uptown Girl" dari Billy Joel dan "Bridge Over Troubled Water" dari Simon & Garfunkel.
Pertemuan Trump dengan von der Leyen dijadwalkan berlangsung Minggu sore waktu setempat, dan akan dilanjutkan dengan pertemuan bersama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Senin. Menurut Trump, pembahasan perjanjian dagang AS-Uni Eropa menghadapi "20 titik masalah", meski ia enggan merinci lebih lanjut. "Saya tidak mau bilang apa saja masalahnya," ujarnya. Namun ia menyebut peluang tercapainya kesepakatan berada di angka "50-50".
Sumber dari Komisi Eropa menyebut bahwa salah satu agenda utama adalah kesepakatan tarif 15% untuk ekspor mobil dan farmasi. Meskipun ini melanggar perjanjian WTO yang menetapkan tarif nol untuk obat-obatan, ini dianggap lebih ringan dibanding ancaman tarif 200% yang sebelumnya dilontarkan Trump terhadap produk farmasi Eropa.
Jika kesepakatan tercapai, itu akan meredakan ketegangan dagang yang sempat mengancam negara-negara seperti Irlandia, Jerman, Prancis, dan Spanyol, yang menjadi basis banyak perusahaan multinasional asal AS.
Keamanan ketat juga mengiringi kunjungan Trump kali ini. Lebih dari 5.000 personel diterjunkan, menjadikannya pengamanan terbesar di Inggris sejak kematian Ratu Elizabeth II pada 2022. Drone pengintai, kapal patroli laut, dan pagar tinggi telah dipasang mengelilingi resor Trump-tindakan pencegahan yang diperketat usai percobaan pembunuhan terhadap Trump setahun lalu.
Sementara itu, warga lokal mempertanyakan siapa yang menanggung biaya keamanan besar ini, terutama mengingat penolakan mereka di masa lalu terhadap ekspansi lapangan golf milik mantan presiden tersebut.