Istri Presiden Prancis Gugat Candace Owens, Teori Konspirasi Soal Identitas Gender Dibawa ke Pengadilan AS
JAKARTA, GENVOICE.ID - Pasangan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Brigitte Macron mengambil langkah hukum yang tidak biasa dengan menggugat podcaster sayap kanan asal Amerika Serikat, Candace Owens, atas tuduhan pencemaran nama baik. Gugatan ini muncul setelah Owens menyebarkan klaim palsu bahwa Brigitte Macron adalah seorang pria bernama Jean-Michel Trogneux-narasi yang sudah lama menghantui kehidupan pribadi pasangan ini sejak masa pandemi.
Dalam dokumen gugatan yang diajukan di AS, Brigitte dan Emmanuel Macron menyebut tuduhan tersebut sebagai "kebohongan merusak yang secara nyata bisa dibantah". Mereka menyebutnya sebagai bagian dari "kampanye penghinaan global" yang telah menjadi bentuk perundungan daring berskala internasional.
Klaim palsu ini pertama kali meledak di Prancis pada tahun 2021, ketika kepercayaan publik terhadap pemerintah sedang berada di titik rendah usai gelombang protes gilets jaunes dan kebijakan pembatasan terkait pandemi. Seorang perempuan bernama Natacha Rey, yang mengaku sebagai jurnalis independen, menyebarkan tuduhan tersebut melalui wawancara YouTube berdurasi empat jam bersama seorang "medium spiritual" bernama Amandine Roy. Dalam hitungan jam, video itu ditonton lebih dari 500 ribu kali dan tagar #JeanMichelTrogneux pun menjadi viral, didorong oleh akun-akun sayap kanan dan anti-vaksin.
Brigitte, yang terpaut 24 tahun lebih tua dari suaminya, memang kerap menjadi sasaran komentar publik sejak awal hubungan mereka. Ia pertama kali bertemu Emmanuel Macron saat mengajar di sekolah menengah tempat Macron bersekolah. Keduanya menikah pada 2007, setelah Brigitte bercerai dan memiliki tiga anak dari pernikahan sebelumnya.
Pada 2022, Brigitte dan kakaknya, Jean-Michel Trogneux, menggugat Rey dan Roy di pengadilan Prancis atas pencemaran nama baik. Mereka awalnya dimenangkan dan mendapatkan kompensasi, namun keputusan itu dibatalkan oleh pengadilan banding tahun ini. Hakim menyatakan bahwa kasus tersebut tidak memenuhi definisi hukum tentang pencemaran nama baik, meski tidak menganggap klaim itu benar.
Kini, Brigitte dan Jean-Michel mengajukan banding ke pengadilan kasasi, dan sepuluh orang akan diadili atas kasus perundungan daring pada Oktober mendatang. Sementara itu, Owens tetap mempertahankan narasinya dalam serial podcast delapan episode, memicu pertanyaan lebih luas tentang batas hukum dalam melawan penyebaran teori konspirasi lintas negara.