Film ‘Superman’ Versi James Gunn Terbang Tinggi di AS, tapi Tersandung di Pasar Internasional
JAKARTA, GENVOICE.ID - Film Superman terbaru garapan James Gunn mencetak kesuksesan besar di Amerika Serikat dengan pembukaan domestik sebesar 125 juta dolar AS. Namun, di pasar internasional, film ini belum mampu terbang setinggi harapan. Dalam akhir pekan pembukaannya, Superman hanya menghasilkan 95 juta dolar AS di luar negeri-lebih rendah dari proyeksi awal yang berkisar antara 100 hingga 125 juta dolar.
Kinerja lesu di pasar internasional ini mencerminkan tantangan lama yang dihadapi oleh karakter superhero paling "Amerika" ini. Meski Gunn telah mengganti slogan ikonik "truth, justice and the American way" menjadi "the human way" dalam film, simbolisme nasionalis yang melekat pada Superman tetap menjadi hambatan tersendiri di mata penonton global, terlebih di tengah meningkatnya sentimen anti-Amerika.
Ironisnya, di hari perilisan filmnya, Presiden Donald Trump justru mengunggah meme dirinya sebagai Superman di media sosial. Langkah ini dianggap sejumlah pihak semakin memperkuat kesan politis pada karakter yang selama ini berusaha dibersihkan oleh tim pemasaran Warner Bros saat menyasar pasar global.
Gunn sendiri dalam sebuah wawancara mengakui bahwa situasi geopolitik turut memengaruhi performa film. "Ada sentimen anti-Amerika yang cukup terasa di banyak belahan dunia, dan itu jelas tidak membantu kami," ujarnya tanpa menyebut nama Trump secara langsung.
Selain faktor politik, pasar Tiongkok yang dulu menyumbang angka fantastis untuk film-film Hollywood kini mulai tertutup. Pemerintah di sana memperketat akses film barat demi memberi ruang lebih pada produksi lokal, terlebih setelah meningkatnya ketegangan dengan AS. Sebagai contoh, Jurassic World Rebirth, yang dirilis lebih dulu dari Superman, berhasil meraih 72 juta dolar di Tiongkok. Sementara Superman hanya mencetak angka tipis di bawah 9 juta dolar, meski Gunn dan produser Peter Safran sempat melakukan promosi langsung di negeri tirai bambu itu.
Hingga 22 Juli, Superman tercatat telah mengumpulkan 253 juta dolar di AS dan 173 juta dolar secara internasional, dengan total global lebih dari 426 juta dolar. Beberapa pasar yang menunjukkan respons cukup baik antara lain Inggris (22,3 juta dolar), Meksiko (16,6 juta), Australia (11 juta), Prancis (8,2 juta), dan Tiongkok (8,5 juta).
Meski tidak sepenuhnya gagal, performa Superman di luar AS masih jauh dari potensi penuh yang diharapkan. Ditambah lagi dengan persaingan ketat dari Fantastic Four: First Steps milik Marvel yang mulai tayang akhir pekan ini, peluang untuk melesat lebih tinggi semakin menipis.
Namun, Gunn tetap optimistis. "Ini baru awal dari semesta yang kami bangun selama tiga tahun terakhir. Melihat sambutan sejauh ini, semuanya terasa luar biasa," ujarnya.
Warner Bros mungkin bisa bernafas lega untuk pasar domestik, tapi pertanyaan besar masih menggantung: apakah Superman bisa kembali merebut hati dunia seperti dulu?