Manuel Neuer Disorot, Kiper Jerman Tolak Disalahkan Usai Kekalahan dari Ekuador
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kekalahan Jerman dari Ekuador di laga terakhir fase grup Piala Dunia 2026 masih menjadi bahan perbincangan. Bukan hanya karena hasil tersebut memengaruhi perjalanan Die Mannschaft di turnamen, tetapi juga karena sorotan tajam mengarah kepada Manuel Neuer. Kiper veteran itu dinilai sebagian pihak melakukan kesalahan saat gol penentu kemenangan Ekuador tercipta.
Meski kritik terus berdatangan, Neuer memilih tidak tinggal diam. Penjaga gawang berusia 40 tahun itu menegaskan dirinya sama sekali tidak merasa bersalah atas gol yang membuat Jerman kalah 1-2. Bahkan, pelatih Julian Nagelsmann ikut membela sang kapten dan menilai kesalahan tidak bisa dibebankan kepada satu pemain saja.
Namun di sisi lain, sejumlah mantan pemain Jerman tetap mempertanyakan keputusan tim pelatih yang masih menjadikan Neuer sebagai pilihan utama. Perdebatan pun semakin memanas setelah laga tersebut.
Manuel Neuer Tegas Bantah Jadi Biang Kekalahan
Gol kemenangan Ekuador lahir pada menit ke-77 melalui Gonzalo Plata. Sang penyerang sukses memanfaatkan bola pantul di dalam kotak penalti setelah lebih cepat dari Jonathan Tah.
Momen itulah yang membuat posisi Neuer menjadi sorotan. Banyak yang menilai sang kiper kurang tepat mengambil posisi sehingga gagal mengantisipasi peluang tersebut.
Namun Neuer memiliki pandangan berbeda. Menurutnya, apa yang ia lakukan sudah sesuai dengan teknik dasar seorang penjaga gawang dan merupakan keputusan paling aman dalam situasi itu.
"Siapa pun yang pernah menjadi penjaga gawang pasti tahu bahwa saya harus mengambil posisi seperti itu terhadap arah bola. Saya hanya ingin menangkap bola karena itu merupakan solusi yang paling aman. Jika saya mencoba menangkap bola setinggi dada, bisa saja justru terjadi gol bunuh diri," ujar Neuer.
Saat ditanya apakah dirinya merasa bertanggung jawab atas gol tersebut, Neuer memberikan jawaban singkat.
"Tidak," tegas Neuer.
Julian Nagelsmann Pasang Badan untuk Sang Kapten
Di tengah derasnya kritik, Julian Nagelsmann langsung memberikan dukungan kepada kipernya. Pelatih Jerman itu menilai publik terlalu fokus pada momen terakhir, padahal kesalahan sudah terjadi jauh sebelum bola sampai ke area penalti.
Menurut Nagelsmann, proses bertahan tim secara keseluruhan harus dievaluasi, bukan hanya aksi terakhir yang dilakukan Neuer.
"Belum ada satu pertandingan pun di mana penjaga gawang benar-benar harus bekerja keras. Kami seharusnya bertahan dengan cara yang berbeda sebelum situasi itu terjadi. Itu adalah kondisi yang sangat tidak menguntungkan bagi seorang penjaga gawang," kata Nagelsmann.
Ia juga menambahkan bahwa situasi seperti itu memang sulit dihadapi oleh seorang kiper.
"Situasi seperti itu memang sangat sulit bagi seorang penjaga gawang, sehingga kami harus melihat keseluruhan proses sebelum menyalahkan siapa pun," imbuh Nagelsmann.
Kritik Belum Berhenti Menghampiri Neuer
Walaupun sudah mendapat dukungan penuh dari pelatih, perdebatan mengenai performa Neuer belum mereda. Sejumlah pengamat dan mantan pemain Jerman masih mempertanyakan penampilan sang kiper sepanjang fase grup.
Salah satu kritik paling keras datang dari mantan kapten Jerman, Lothar Matthaus. Ia menilai Neuer tidak menunjukkan ketegasan seperti yang selama ini menjadi ciri khasnya.
"Dia bergerak terlalu ragu-ragu. Dia terlalu berhati-hati, itu bukan Neuer yang selama ini kita kenal," kata Matthaus.
Ia juga merasa sang kiper seharusnya bisa mengambil keputusan lebih cepat dalam situasi tersebut.
"Dia seharusnya mengambil keputusan dengan lebih tegas pada momen itu," tutup Matthaus.
Sorotan terhadap Neuer juga semakin besar karena statistik pertahanan Jerman di fase grup. Die Mannschaft kebobolan empat gol dalam tiga pertandingan, sementara Oliver Baumann sebelumnya sempat tampil meyakinkan sebelum akhirnya kembali digantikan oleh Neuer sebagai starter.
Kini, meski Neuer tetap yakin tidak melakukan kesalahan, perdebatan soal apakah dirinya masih layak menjadi pilihan utama Jerman tampaknya belum akan berakhir dalam waktu dekat.