Gunung Semeru Meletus Dua Kali Pagi Ini, Tinggi Letusan Capai 1 Kilometer Dan Warga Dilarang Mendekat Ke Zona Bahaya
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kabar mengejutkan datang dari wilayah Jawa Timur, tepatnya di perbatasan antara Kabupaten Lumajang dan Malang, di mana gunung tertinggi di Pulau Jawa kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang cukup intens.
Pada Jumat pagi yang seharusnya tenang, Gunung Semeru dilaporkan mengalami erupsi sebanyak dua kali dalam waktu yang berdekatan, sehingga memicu kewaspadaan tinggi bagi masyarakat sekitar maupun para pendaki yang memantau perkembangan gunung api ini.
Letusan yang terjadi tidak bisa dianggap remeh, karena kolom abu vulkanik yang dimuntahkan dari kawah utama terlihat menjulang tinggi menembus awan, menciptakan pemandangan yang mencekam sekaligus mengingatkan kita akan kekuatan alam yang luar biasa.
Fenomena ini tentu saja langsung menjadi pusat perhatian pihak berwenang yang terus melakukan pemantauan nonstop dari pos pengamatan untuk memastikan keselamatan warga di kaki gunung. Getaran yang terekam pada alat pendeteksi menunjukkan energi yang cukup besar, sehingga potensi bahaya susulan seperti awan panas maupun guguran lava masih menjadi ancaman nyata yang harus diantisipasi oleh semua pihak yang berada di kawasan terdampak nih Gen.
Berdasarkan data teknis yang dirilis oleh Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, dalam laporan tertulisnya, erupsi pertama terjadi tepat pada pukul 05.27 WIB. Pada momen ini, tinggi kolom abu yang teramati mencapai angka yang cukup fantastis, yakni sekitar 1.000 meter di atas puncak atau setara dengan 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Abu yang keluar terpantau berwarna kelabu pekat dengan intensitas tebal yang bergerak perlahan menuju arah utara dan timur laut.
"Erupsi pertama terjadi pada pukul 05.27 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati kurang lebih 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Yadi Yuliandi memberikan rincian data resminya. Aktivitas ini terekam jelas di alat seismograf dengan kekuatan amplitudo maksimum mencapai 22 mm dan durasi getaran selama kurang lebih 168 detik.
Belum sempat warga bernapas lega, Semeru kembali bergejolak untuk kedua kalinya pada pukul 07.47 WIB. Meskipun tidak setinggi yang pertama, letusan kedua ini tetap signifikan dengan tinggi kolom abu mencapai 700 meter di atas puncak.
Kali ini, material vulkanik yang keluar berwarna putih hingga kelabu dan kembali menyebar ke arah timur laut. Pihak petugas mencatat bahwa letusan kedua ini berlangsung selama 140 detik dengan kekuatan amplitudo yang sama, yaitu 22 mm.
Melihat kondisi yang masih fluktuatif ini, status Gunung Semeru ditegaskan masih berada di Level III atau kategori Siaga. Oleh karena itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan instruksi tegas kepada siapa pun untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, terutama di sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak. Selain itu, jarak aman dari tepi sungai di kawasan tersebut adalah minimal 500 meter karena adanya risiko aliran lahar dan awan panas yang bisa menerjang hingga jarak 17 kilometer.
"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," tutur Yadi dalam laporannya. Masyarakat juga diingatkan untuk ekstra waspada terhadap potensi lahar dingin di sungai-sungai yang berhulu di puncak, seperti Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, terutama jika terjadi hujan deras di area puncak gunung.