Ternyata Ini Dugaan Penyebab Anak Gajah Tari Mati Mendadak di Tesso Nilo!

Genvoice.id | 27 Feb 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kabar duka kembali datang dari Taman Nasional Tesso Nilo.

Seekor anak gajah bernama Kalistha Lestari atau Tari ditemukan mati dalam kondisi perut sedikit menggembung pada Rabu (10/9/2025).

Menurut laporan awal, Tari yang baru berusia dua tahun ditemukan tergeletak oleh pawang saat hendak memindahkan induknya, Lisa. Padahal, sehari sebelumnya anak gajah tersebut masih terlihat sehat tanpa tanda-tanda sakit.

Dari hasil investigasi awal, tidak ditemukan luka maupun trauma pada tubuh Tari. Namun kondisi perut yang mengembung membuat tim dokter hewan melakukan pemeriksaan lanjutan guna memastikan penyebab kematiannya.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada, Raden Wisnu Nurcahyo, menyatakan keprihatinannya atas kejadian yang disebut hampir setiap tahun menyerang anak-anak gajah di Sumatra. Ia menekankan bahwa gajah sumatra termasuk satwa Appendix I, yakni kelompok satwa liar yang terancam punah dan membutuhkan perlindungan prioritas.

Menurut Wisnu, kematian gajah bisa dipicu berbagai faktor. Dari sisi eksternal, ancaman habitat seperti illegal logging, kebakaran hutan, alih fungsi lahan, hingga konflik dengan manusia menjadi penyebab yang kerap terjadi. Gajah, jelasnya, memiliki jalur jelajah alami. Ketika jalur itu terganggu, konflik pun tak terhindarkan.

Namun melihat kondisi Tari yang sebelumnya sehat dan meninggal secara mendadak, Wisnu menduga kuat penyebabnya berkaitan dengan infeksi virus akut. Ia menyebut kemungkinan besar virus EEHV atau Elephant endotheliotropic herpesvirus, yang memang dikenal menyerang anak gajah dan dapat menyebabkan kematian secara cepat.

Virus tersebut menyerang pembuluh darah, memicu pendarahan internal, pembengkakan organ, hingga penumpukan cairan yang bisa membuat perut tampak membesar. Penyebarannya pun tergolong cepat, diduga dapat terjadi melalui kontak dengan gajah liar atau media perantara lain seperti serangga.

Wisnu menekankan pentingnya langkah preventif untuk mencegah kejadian serupa terulang. Salah satunya dengan pemeriksaan darah rutin pada anak gajah guna mendeteksi potensi infeksi sejak dini. Jika ditemukan indikasi, penanganan bisa segera dilakukan melalui pemberian vitamin, mineral, maupun obat-obatan pendukung.

Selain itu, ia juga mendorong adanya pelatihan lanjutan bagi dokter hewan yang menangani kesehatan gajah serta peningkatan perhatian pemerintah terhadap satwa liar di taman nasional.

Kematian Tari kembali menjadi pengingat bahwa satwa endemik Indonesia berada dalam ancaman serius, baik dari faktor lingkungan maupun penyakit mematikan yang sulit terdeteksi tanpa pemantauan intensif.