ChatGPT Resmi Punya Fitur Obrolan Grup, OpenAI Siapkan "Ruang Nongkrong" Baru untuk Kolaborasi Online

Genvoice.id | 26 Dec 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - OpenAI membawa ChatGPT ke level baru. Pada Kamis (20/11), perusahaan itu resmi mengumumkan fitur obrolan grup untuk semua pengguna-mulai dari Free, Go, Plus, sampai Pro.

Fitur yang sebelumnya diuji coba di Jepang dan Selandia Baru itu kini bisa diakses lebih luas, membuka cara baru buat kolaborasi bareng teman, keluarga, atau rekan kerja dalam satu ruang percakapan.

Lewat obrolan grup, pengguna bisa berdiskusi bareng pengguna lain dan ChatGPT secara serempak dalam satu thread. OpenAI menyebut fitur ini sebagai transformasi ChatGPT dari "asisten pribadi" menjadi ruang bareng tempat orang bisa merencanakan, membuat dokumen, sampai mengambil keputusan secara kolektif.

Bayangannya cukup luas: mulai dari ngatur itinerary liburan, nulis dokumen bareng, debat kecil-kecilan, sampai kerja riset kelompok. Sementara manusia sibuk brainstorming, ChatGPT bisa bantu nyari informasi, ngerangkum, atau ngasih perbandingan opsi secara cepat.

Satu ruang obrolan bisa diisi hingga 20 orang, selama mereka menerima undangan. Meski begitu, OpenAI menegaskan bahwa pengaturan pribadi dan fitur memori setiap pengguna tetap sepenuhnya tertutup dan tidak terbagi ke anggota lain.

Cara memulainya sederhana: pengguna tinggal menekan ikon bergambar orang, lalu menambah peserta secara langsung atau membagikan tautan undangan. Setiap orang yang gabung bakal diminta bikin profil singkat berisi nama, username, dan foto. Kalau ada orang baru ditambahkan, sistem otomatis bikin percakapan baru supaya obrolan sebelumnya tetap utuh.

Hal menarik lainnya, ChatGPT kini cukup "paham situasi". Ia akan tahu kapan harus membalas dan kapan perlu diam. Kalau pengguna ingin respons, cukup menandai ChatGPT. Asisten ini bahkan bisa merespons dengan emoji dan menyebut nama peserta sesuai foto profilnya.

Peluncuran fitur ini jadi langkah penting OpenAI dalam mengubah ChatGPT menjadi platform sosial yang lebih interaktif. Perusahaan bilang ini baru tahap awal menuju peran ChatGPT sebagai ruang kolaboratif yang sesungguhnya.

"Seiring waktu, kami melihat ChatGPT akan berperan lebih aktif dalam percakapan kelompok nyata, membantu orang merencanakan, mencipta, dan bertindak bersama," tulis OpenAI kepada TechCrunch.

Menariknya, fitur obrolan grup hadir kurang dari dua minggu setelah peluncuran GPT-5.1 yang membawa mode Instant dan Thinking. Sebelumnya, pada September, OpenAI juga merilis Sora-aplikasi sosial yang memungkinkan pengguna membuat video diri dan teman mereka dalam format ala TikTok.

Dengan semua langkah ini, OpenAI tampaknya ingin memastikan satu hal: ChatGPT bukan lagi sekadar chatbot, tapi tempat baru buat orang-orang berkumpul dan berkarya bersama.