Kata Siapa Masih Anak Sekolah tapi Tidak Bisa Debut di Liga Champions? Inilah 10 Anak Ajaib yang Pecahkan Rekor Eropa!

Genvoice.id | 26 Nov 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Liga Champions selalu jadi panggung terbesar bagi para pesepak bola dunia.

Namun siapa bilang kompetisi ini hanya milik pemain senior? Faktanya, beberapa dari debutan paling bersejarah justru datang dari bangku sekolah. Ada yang baru puber, baru lulus ujian harian, bahkan masih pakai seragam SMA saat mencatat sejarah.

Tidak semuanya tumbuh menjadi megabintang, tapi nama mereka sudah terkunci rapat di buku rekor. Mereka membuktikan satu hal: kalau kamu cukup berbakat, usia 15-16 tahun pun sudah cukup untuk tampil di panggung paling megah di Eropa.

Sejak format Liga Champions dimulai pada 1992, inilah sepuluh pemain termuda yang pernah tampil di kompetisi tersebut.

Charis Mavrias - 16 Tahun 241 Hari

Mavrias mencatat debut Liga Champions bersama Panathinaikos pada 2010 saat melawan Rubin Kazan. Di usia 16 tahun, ia sudah menyicipi atmosfer Eropa dan tampil 70 kali untuk tim senior klub Yunani itu. Meski tidak bersinar di Sunderland, namanya tetap abadi sebagai salah satu remaja pertama yang melangkah ke kompetisi elite ini.

Warren Zaire-Emery - 16 Tahun 231 Hari

PSG punya banyak bintang mahal, tapi debut Zaire-Emery justru mencuri perhatian. Ia tampil melawan Maccabi Haifa, membantu PSG yang akhirnya juara Liga Champions 2025. Meski masih belasan tahun, kedewasaannya bermain di lini tengah sudah seperti pemain senior.

Francesco Camarda - 16 Tahun 226 Hari

AC Milan memasukkan Camarda saat menghadapi Club Brugge, dan seluruh sorotan langsung tertuju padanya. Ia dikenal produktif di level junior dan pernah menjadi pencetak gol termuda di UEFA Youth League. Yang tak banyak orang tahu, Camarda dulunya sempat belajar kickboxing sebelum fokus ke sepak bola.

Youri Tielemans - 16 Tahun 148 Hari

Sebelum dikenal sebagai gelandang yang elegan, Tielemans sudah jadi starter reguler di Anderlecht di usia 16 tahun. Ia tampil di Liga Champions dengan ketenangan luar biasa dan langsung dijuluki salah satu talenta terbaik Eropa. Meski kariernya tidak setinggi ekspektasi awal, debut supermuda ini tetap jadi highlight kariernya.

Alen Halilovic - 16 Tahun 128 Hari

Dijuluki "Messi dari Kroasia", Halilovic memulai debut Eropanya bersama Dinamo Zagreb. Barcelona langsung jatuh hati dan memboyongnya ke Spanyol. Sayangnya, sinarnya meredup cepat. Namun sebagai debutan muda, namanya tetap tercatat di sejarah Liga Champions.

Rayan Cherki - 16 Tahun 102 Hari

Sebelum berseragam Manchester City, Cherki sudah mencicipi Liga Champions bersama Lyon. Sylvinho memberinya kesempatan melawan Zenit St Petersburg. Dari situlah potensi Cherki makin terbuka dan kini ia terus berkembang sebagai salah satu talenta menyerang paling menarik di dunia.

Celestine Babayaro - 16 Tahun 86 Hari

Babayaro mencatat rekor di tahun 1994 bersama Anderlecht sebagai pemain termuda saat itu di Liga Champions. Meski kemudian lebih dikenal sebagai bek kiri Chelsea, jejak langkahnya sebagai debutan remaja jadi bagian penting dari sejarah kompetisi.

Lamine Yamal - 16 Tahun 68 Hari

Salah satu nama paling bersinar saat ini. Barcelona memberi Yamal debut di Liga Champions saat menghadapi Royal Antwerp. Dengan teknik dan dribelnya yang matang, ia langsung dianggap sebagai penerus tradisi besar La Masia. Bahkan ia sudah masuk daftar pencetak gol termuda di kompetisi ini.

Youssoufa Moukoko - 16 Tahun 18 Hari

Moukoko pernah jadi wajah masa depan Borussia Dortmund. Ia debut melawan Zenit St Petersburg hanya 18 hari setelah ulang tahun ke-16. Meski perkembangan kariernya tidak secepat yang dibayangkan, ia kini mencoba menghidupkan kembali potensinya bersama Copenhagen.

Max Dowman - 15 Tahun 308 Hari

Inilah pemilik rekor termuda sepanjang sejarah Liga Champions. Wonderkid Arsenal ini tampil melawan Slavia Prague sebelum genap 16 tahun. Saat masuk dari bangku cadangan, Dowman menunjukkan ketenangan luar biasa-lebih dewasa dari usianya. Ia diyakini menjadi bagian penting masa depan Arsenal dan timnas Inggris.