Hubungan Jepang China Baik-Baik Saja Kata Trump: Pengakuan Mengejutkan di Tengah Panasnya Situasi Asia!

Genvoice.id | 26 Nov 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Situasi Asia Timur lagi tegang-tegangnya, tapi Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru memberi pernyataan yang bikin perhatian dunia langsung tertuju padanya. Saat berbicara kepada wartawan di Air Force One dalam perjalanan menuju Florida untuk libur Thanksgiving, Trump mengungkap bahwa hubungan antara Jepang dan Tiongkok dalam kondisi "baik-baik saja". Hal ini ia sampaikan setelah melakukan dua percakapan penting: satu dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan satu lagi dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Trump menyebut bahwa ia dan Takaichi telah melakukan "pembicaraan hebat", meski tidak membahas detail apa yang mereka diskusikan. Ia juga mengatakan bahwa komunikasi terbarunya dengan Xi berjalan positif.
"Saya juga berbicara sangat baik dengan Presiden Xi dari China, dan saya pikir kawasan itu baik-baik saja," ujarnya kepada awak media.

Di Tokyo, Takaichi membenarkan adanya pembicaraan tersebut dan mengatakan Trump memberi penjelasan soal percakapannya dengan Xi. Meski begitu, ia tidak membeberkan apa saja poin yang dibahas. Sementara dari pihak Beijing, pemerintah Tiongkok menyebut Xi menegaskan kembali bahwa pengembalian Taiwan ke Tiongkok merupakan bagian dari tatanan internasional setelah perang dunia.

Menurut penjelasan Beijing, Trump juga disebut memahami pentingnya isu Taiwan bagi Tiongkok. Hal ini muncul setelah pernyataan Takaichi pada 7 November yang memicu reaksi keras dari Beijing. Saat itu, Takaichi menyatakan bahwa serangan terhadap Taiwan bisa menjadi ancaman serius bagi Jepang dan berpotensi memicu respons Pasukan Bela Diri Jepang.

Dalam pernyataannya kepada jurnalis, Trump tidak menjelaskan apakah isu Taiwan ikut dibahas dalam teleponnya dengan Xi. Ia hanya menyebut bahwa percakapan mereka berlangsung sekitar satu jam. Selain itu, Trump menggambarkan Takaichi sebagai sosok yang "sangat cerdas", "sangat kuat", dan berpotensi menjadi "pemimpin hebat" bagi Jepang.

Trump juga menyinggung soal perdagangan dalam pembicaraannya dengan Xi, termasuk rencana Tiongkok melanjutkan pembelian produk pertanian dari AS.
Ia mengatakan, "Saya bilang, 'Saya ingin Anda membeli lebih cepat. Saya ingin Anda membeli lebih banyak.' Dan ia kurang lebih setuju."

Xi sebelumnya sepakat untuk kembali membeli kedelai dari AS dalam pertemuan di Korea Selatan pada akhir Oktober, tetapi menurut pejabat Washington, prosesnya berjalan lebih lambat dari yang diharapkan.

Dengan tensi geopolitik Asia yang terus bergerak cepat, pernyataan Trump ini tentu langsung memicu banyak spekulasi tentang arah hubungan Jepang-Tiongkok ke depan. Namun untuk saat ini, Trump tampaknya ingin memberi sinyal optimisme bahwa ketegangan kawasan tidak akan memanas lebih jauh.