Ballon d'Or 2026 Memanas, Pundit Unggulkan Lamine Yamal hingga Harry Kane

Genvoice.id | 26 Oct 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Persaingan memperebutkan Ballon d'Or 2026 menghadirkan sejumlah kandidat kuat, mulai dari Lamine Yamal, Harry Kane, hingga Khvicha Kvaratskhelia. Sejumlah pakar sepak bola BBC Sport memiliki pilihan berbeda mengenai sosok yang paling layak membawa pulang penghargaan individu paling bergengsi tersebut.

Pengumuman pemenang dijadwalkan berlangsung di London pada 26 Oktober 2026 waktu setempat. Yamal dan Kane disebut sebagai dua kandidat teratas oleh sejumlah bandar taruhan, sementara nama Lionel Messi dan Kylian Mbappe juga masuk dalam pembicaraan.

Yamal mendapat dukungan berkat kontribusinya bersama Barcelona dan tim nasional Spanyol. Sementara itu, Kane mencatatkan produktivitas gol tinggi bersama Bayern Munchen dan timnas Inggris. Di sisi lain, sejumlah pakar menilai pemain Paris Saint-Germain (PSG), khususnya Kvaratskhelia, juga pantas mendapatkan penghargaan tersebut.

Lamine Yamal Jadi Kandidat Terkuat

Pakar sepak bola Eropa Guillem Balague menilai Yamal memiliki kombinasi penampilan individu, gelar bersama tim, dan daya tarik permainan yang membuatnya layak menjadi pemenang Ballon d'Or 2026.

Balague bahkan memperkirakan penghargaan tersebut akan jatuh kepada pemain asal Spanyol itu. Menurutnya, persaingan utama melibatkan pemain PSG dan Spanyol, tetapi banyaknya kandidat dari PSG berpotensi membagi suara pemilih.

Pandangan berbeda disampaikan Julien Laurens. Pakar sepak bola Eropa tersebut justru menilai Kvaratskhelia lebih pantas mendapatkan penghargaan setelah tampil menonjol bersama PSG, terutama di Liga Champions.

Laurens menyoroti kontribusi pemain asal Georgia itu dalam perjalanan PSG mempertahankan gelar Liga Champions. Kvaratskhelia dinilai tampil menentukan dalam sejumlah pertandingan penting, termasuk mencetak gol pada babak semifinal dan berkontribusi dalam perjalanan tim menuju gelar juara.

Meski demikian, Laurens memperkirakan Yamal tetap memiliki peluang lebih besar untuk menang karena popularitas dan gaya bermainnya yang atraktif. Ia menilai pencapaian Yamal bersama tim nasional Spanyol dapat menjadi faktor penting dalam pemungutan suara.

Mantan bek Liverpool dan Blackburn Rovers, Stephen Warnock, juga menjagokan Yamal. Namun, pilihan pribadinya jatuh kepada Kvaratskhelia karena dampak besar yang diberikan pemain tersebut untuk PSG sepanjang musim.

Sementara itu, Rory Smith, jurnalis The Athletic yang menjadi tamu BBC Radio 5 Live Euro Leagues, memperkirakan Yamal akan menang karena penghargaan Ballon d'Or kerap dipengaruhi keberhasilan meraih trofi besar. Kendati demikian, ia secara pribadi memilih Kvaratskhelia sebagai pemain yang paling menarik untuk disaksikan di sepak bola klub Eropa.

Harry Kane Mendapat Dukungan Berkat Produktivitas Gol

Harry Kane menjadi kandidat lain yang memperoleh dukungan kuat dari para pengamat sepak bola BBC Sport. Penyerang Bayern Munchen itu dinilai memiliki catatan gol luar biasa bersama klub maupun tim nasional Inggris.

Mantan striker timnas Inggris Alan Shearer secara terbuka memilih Kane sebagai pemenang. Ia menilai performa Kane selama 12 hingga 18 bulan terakhir bersama Bayern Munchen dan Inggris menjadi alasan kuat untuk memberinya penghargaan tersebut.

Pendapat serupa disampaikan mantan gelandang Inggris Danny Murphy. Menurutnya, Kane menunjukkan konsistensi mencetak gol dan menjalani salah satu musim terbaik dalam kariernya sejak bergabung dengan Bayern Munchen.

Mantan penyerang Tottenham Hotspur dan Crystal Palace, Andros Townsend, turut mendukung Kane. Ia menyoroti catatan 73 gol dalam 65 pertandingan, termasuk 36 gol di Bundesliga, serta kontribusinya dalam keberhasilan Bayern meraih gelar domestik dan perjalanan mereka di Liga Champions.

Kane juga dinilai memiliki peran penting bersama timnas Inggris. Produktivitasnya di Piala Dunia 2026 menjadi salah satu faktor yang memperkuat argumen para pendukungnya.

Mantan striker timnas Inggris Ellen White juga berharap Kane memenangi Ballon d'Or. Meski mengakui Yamal memiliki peluang besar setelah keberhasilannya bersama Spanyol, White menilai pencapaian Kane bersama Bayern Munchen dan Inggris tidak bisa diabaikan. Ia turut menyebut Michael Olise sebagai pemain yang tampil luar biasa.

Jurnalis sepak bola Norwegia Lars Sivertsen juga memilih Kane. Ia menilai Kane merupakan sosok pemimpin di Bayern Munchen dan memiliki karakter profesional. Namun, Sivertsen mempertanyakan apakah kepribadian Kane yang cenderung tidak banyak mencari perhatian justru mengurangi peluangnya dalam penghargaan yang turut dipengaruhi popularitas.

Kvaratskhelia Jadi Pilihan Alternatif

Di tengah persaingan Yamal dan Kane, Kvaratskhelia muncul sebagai kandidat yang mendapat dukungan dari sejumlah pakar BBC Sport.

Performa pemain PSG itu di Liga Champions menjadi alasan utama. Kontribusinya dalam pertandingan-pertandingan penting dinilai menunjukkan kualitasnya ketika menghadapi lawan-lawan kuat.

Stephen Warnock dan Rory Smith sama-sama menyebut Kvaratskhelia sebagai pilihan pribadi mereka. Keduanya menilai pencapaian pemain tidak seharusnya terlalu dipengaruhi keberhasilan tim nasionalnya di turnamen besar, terutama ketika negara asal pemain tersebut tidak memiliki peluang yang sama untuk bersaing memperebutkan gelar.

Selain Kvaratskhelia, nama Michael Olise juga disebut sebagai salah satu pemain yang patut diperhitungkan. Sementara itu, Lionel Messi dan Kylian Mbappe tetap masuk dalam daftar kandidat yang diperbincangkan menjelang pengumuman.

Perbedaan pilihan para pakar tersebut memperlihatkan bahwa persaingan Ballon d'Or 2026 tidak hanya berkaitan dengan jumlah gol atau gelar yang diraih. Kontribusi individu, penampilan di pertandingan besar, prestasi bersama klub dan tim nasional, serta pengaruh pemain sepanjang musim turut menjadi pertimbangan dalam menentukan pemenang.