Skandal Kematian WNA Australia di Bali Terbongkar: Luka Tumpul, Jantung Hilang, dan Unsur Pidana yang Ditutup-tutupi?

Genvoice.id | 26 Sep 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Dunia pariwisata Bali kembali digegerkan dengan kasus misterius yang bikin pusing. Seorang WNA Australia tewas di Bali, Byron James Dumschat (23), ditemukan tak bernyawa dengan luka kekerasan tumpul di tubuhnya.

Namun, yang paling mengejutkan, jenazah Byron dipulangkan tanpa jantung. Kasus yang terjadi pada Mei 2025 ini kembali viral setelah kuasa hukum keluarga menyoroti kejanggalan: Kepolisian menyebut penyebab kematian WNA Australia di Bali adalah intoksikasi alkohol, tetapi tiga saksi kunci justru diizinkan meninggalkan Indonesia tanpa diinterogasi.

Luka Kekerasan versus Alkohol

Polres Badung mengonfirmasi adanya luka kekerasan tumpul di tubuh Byron, termasuk memar di dahi, kelopak mata, dan lutut, berdasarkan pemeriksaan luar dokter forensik pada 30 Mei 2025.

Namun, di sisi lain, hasil pemeriksaan dalam (autopsi) justru menyimpulkan penyebab kematian paling mungkin adalah intoksikasi etanol (keracunan alkohol). Dokter forensik menyebut alkohol tinggi bisa menyebabkan disorientasi dan membuat korban tak mampu menyelamatkan diri dari air (kolam renang). Polisi Badung pun menyimpulkan: tidak ada unsur pidana.

Saksi Kunci dan Kejanggalan di TKP

Byron ditemukan tewas di kolam renang pada 26 Mei 2025. Yang janggal, kematiannya baru dilaporkan staf vila pada 30 Mei 2025.

Ada kesaksian dari pekerja proyek di sebelah vila yang melihat ada empat WNA di TKP. Saksi ini mengaku mendengar tangisan perempuan pada 25 Mei 2025 (sehari sebelum jasad ditemukan) dan melihat tiga orang berdiri, sementara satu laki-laki (diduga Byron) tergeletak di kursi kayu dekat kolam.

Sahabat dan Saksi Diizinkan Pulang Tanpa Diinterogasi

Ini dia yang bikin netizen geram! Byron saat itu liburan bersama temannya, Baily Peter Woods, dan dua perempuan asal Melbourne. Ketiga rekan Byron yang ada di vila tersebut, dan seharusnya menjadi saksi kunci, justru diizinkan kembali ke negaranya tanpa diinterogasi oleh polisi.

Kuasa hukum keluarga Byron, Malekat Hukum Law Firm, menyebut kebijakan polisi ini aneh. Padahal, keterangan mereka sangat penting untuk melengkapi puzzle di balik luka kekerasan dan penemuan jasad Byron di kolam renang.

Jantung Hilang dan Permintaan Uang

Misteri makin drama ketika jenazah Byron dipulangkan tanpa organ jantung. Keluarga di Australia bahkan mendapat permintaan sejumlah uang (Rp 7 juta) agar jantung korban bisa dipulangkan. Pihak RSUP Ngoerah Bali buru-buru membantah isu permintaan uang ini.

Gimana, Gen? Kamu tim percaya alkohol murni atau tim yang curiga ada kejanggalan tersembunyi di balik kasus Turis Australia ini?