Plot Twist! Siswi SMA Minum Racun Karena Dikatai Guru BK Miskin? Ini Fakta Mengejutkan dari Pihak Sekolah
JAKARTA, GENVOICE.ID - Luruskan Kabar Viral! Kepala Sekolah SMAN Kabanjahe, Sumatera Utara, akhirnya buka suara terkait narasi siswi berinisial EP minum racun setelah disebut guru BK miskin. Peristiwa yang terjadi pada 24 Juli 2025 ini mencuat setelah pihak LSM menggeruduk sekolah dan videonya viral.
Pihak sekolah membantah adanya hinaan tersebut dan mengungkap fakta mengejutkan soal dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang menjadi akar masalah sebenarnya.
Kepala Sekolah SMAN tersebut, Eddyanto Bangun, lantas angkat bicara untuk meluruskan duduk perkaranya. Ternyata, ceritanya lebih kompleks dan ngejelimet dari sekadar hinaan miskin.
Fakta Unsync Antara Racun dan Hinaan
Eddyanto meragukan kebenaran narasi LSM. Setelah memanggil guru BK berinisial MAS, MAS mengaku sama sekali tidak pernah mengucapkan kata-kata hinaan (miskin).
Lebih lanjut, Eddyanto menyebut kabar EP minum racun akibat perkataan guru tidak sinkron. "Kalau pengakuan bisa-bisa aja," ujarnya. Pihak sekolah mengecek waktu perkataan guru dan waktu siswi masuk rumah sakit, tetapi informasinya tidak sinkron atau tidak ada informasi ke sekolah. Menurut Eddyanto, kabar tersebut merupakan pengakuan tanpa pembuktian.
Akar Masalah: Uang PIP, Kelebihan Transfer Bank, dan Utang Ibu
Plot twist terbesar kasus ini ternyata berawal dari bantuan Program Indonesia Pintar (PIP).
- EP (anak yatim) didaftarkan PIP dan menerima Rp 1,8 Juta.
- Saat EP mengambil uang di bank, teller melakukan kelalaian dan mentransfer Rp 4,5 Juta (kelebihan Rp 2,7 Juta).
- Uang kelebihan itu diakui EP sudah dipakai untuk membayar utang ibunya.
- Pihak sekolah dan bank sepakat EP mencicil Rp 100.000 per bulan, tetapi cicilan itu tidak dibayar.
Masalah ini berlarut hingga EP sering absen dan memutuskan pindah sekolah.
Momen Viral Terjadi Saat Guru BK Bertanya
Pada 24 Juli 2025, saat EP datang untuk mengurus surat pindah, guru BK (MAS) datang menanyakan apakah urusan uang kelebihan transfer bank sudah selesai.
Saat itulah, orang dari LSM datang nyelonong masuk ruang BK tanpa izin piket atau kepala sekolah. Video viral LSM yang menuduh guru BK menghina siswi miskin terjadi pada momen tersebut.
Eddyanto menegaskan, saat ini EP sudah pindah ke Serdang Bedagai. Pihak sekolah telah melakukan klarifikasi ke Dinas Pendidikan dan mengajukan kasus video viral ini ke Polres.