James Gunn Tetap Kukuh dengan Retcon Kontroversial Asal Usul Superman di Filmnya

Genvoice.id | 26 Sep 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - James Gunn kembali menegaskan pilihannya untuk mengubah detail penting dalam kisah asal-usul Superman lewat film "Superman". Proyek perdana dari semesta baru DC Universe ini menampilkan David Corenswet sebagai Man of Steel, yang sukses besar di box office dengan pendapatan global mencapai 615 juta dolar AS, sekaligus meraih label Certified Fresh di Rotten Tomatoes.

Berbeda dari kisah klasik, film ini mengambil latar tiga tahun setelah Superman pertama kali memperkenalkan dirinya ke dunia. Ia sudah menjalin hubungan dengan Lois Lane (Rachel Brosnahan), Lex Luthor (Nicholas Hoult), hingga beberapa anggota Justice Gang seperti Guy Gardner (Nathan Fillion), Mr. Terrific (Edi Gathegi), dan Hawkgirl (Isabela Merced). Meski bukan film origin story murni, Gunn membuat perubahan besar yang menjadi perbincangan penggemar.

Alih-alih dikirim ke Bumi untuk melindungi umat manusia, dalam versi Gunn, Jor-El (Bradley Cooper) dan Lara (Angela Sarafyan) mengirim putranya untuk melanjutkan warisan Krypton sekaligus berpotensi menjadi penguasa umat manusia. Pesan ini rusak saat perjalanan ke Bumi sehingga Superman tidak mengetahuinya, namun Lex Luthor berhasil mengungkap fakta tersebut untuk membuat dunia berbalik melawan sang pahlawan.

Perubahan narasi ini sempat menimbulkan kontroversi. Pasalnya, dalam versi klasik, orang tua Superman selalu digambarkan penuh kasih, berharap anak mereka bisa menjadi harapan bagi umat manusia. Namun Gunn punya alasan kuat. Dalam komentar sutradara di iTunes, ia menjelaskan bahwa meski Jor-El dan Lara mencintai putranya, mereka tidak memandang manusia setara. "Mereka berharap Superman bisa melanjutkan kejayaan Krypton, tetapi Clark memilih jalannya sendiri," ujar Gunn.

Kisah ini justru menjadi titik balik yang mempertegas prinsip sang pahlawan. Superman menolak ambisi orang tuanya dan menegaskan bahwa dirinya sama seperti manusia lain-membela karena ia percaya pada kebaikan, bukan karena diperintah.

Ke depan, menarik untuk melihat bagaimana retcon ini akan memengaruhi "Man of Tomorrow", sekuel "Superman", maupun film "Supergirl" yang dibintangi Milly Alcock. Apakah konflik warisan Krypton ini akan kembali jadi isu besar, atau justru membuka jalan baru bagi karakter-karakter lain di DC Universe?

Apa pun respons penggemar, Gunn jelas ingin menghadirkan lapisan baru pada karakter ikonik ini. Bukan sekadar pengulangan kisah lama, tapi reinterpretasi yang membuat Superman relevan dengan generasi baru penonton.