Debut Sutradara Reza Rahadian, Film Pangku Menang 4 Piala di Busan International Film Festival 2025
JAKARTA, Genvoice.id - Dalam perhelatan Busan International Film Festival (BIFF) ke-30, film debut penyutradaraan Reza Rahadian yang berjudul Pangku mencuri sorotan dengan meraih empat penghargaan bergengsi di ajang Vision Awards.
Dalam wawancara menjelang pemutaran di Busan, Reza Rahadian menyatakan rasa hormat dan kekaguman terhadap BIFF, festival film Asia terkemuka yang sudah menjadi lingkup penting bagi sineas Indonesia.
Ia berharap Pangku bisa diterima oleh komunitas film global dan memiliki resonansi terhadap karakter dan perjuangan dalam filmnya.
Menurut laporan CNN Indonesia, Pangku mendominasi bagian Vision Awards dengan kemenangan ganda dalam ajang tersebut. Sementara media internasional seperti Variety mengonfirmasi bahwa film ini memenangkan KB Vision Audience Award dan FIPRESCI Award, serta dua penghargaan lain yang menegaskan kekuatan karya perdana Reza sebagai sutradara.
IMDb juga mencatat bahwa Pangku tampil sebagai "biggest winner" dalam ajang Vision Awards 2025.
Penghargaan ini bukan sekadar simbol apresiasi, melainkan semacam pengakuan dari jajaran juri dan penonton internasional terhadap kualitas sinematik film tersebut.
Film Pangku digarap oleh Reza Rahadian bersama penulis Felix K. Nesi. Film ini bercerita dengan berlatar masa krisis ekonomi Indonesia 1998, mengisahkan seorang wanita muda yang bekerja di kedai kopi "pangku" yang merupakan tradisi di mana perempuan duduk di pangkuan laki-laki sambil melayani kopi dengan harapan bisa membantu kehidupan keluarganya.
Film ini menampilkan jajaran pemain ternama seperti Claresta Taufan, Fedi Nuril, Christine Hakim, Shakeel Fauzi, dan Devano Danendra. Pangku diproduksi oleh rumah produksi Gambar Gerak dan untuk penayangan di Indonesia direncanakan pada 6 November 2025.
Sebelum tampil di Busan, Pangku sudah menjalani rangkaian persiapan dan seleksi industri film Asia termasuk memperoleh penghargaan pasca-produksi di JAFF Future Project 2024, lolos seleksi HAF (Hong Kong - Asia Film Financing Forum), serta mendapat dukungan dana dari Red Sea Fund.