Kasus Orang Hilang di Jeju Geger, 4 Polisi Senior Dicopot Usai Dua Korban Ditemukan Tewas

Genvoice.id | 26 Aug 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kasus orang hilang di Jeju, Korea Selatan, kembali menjadi sorotan setelah dugaan penutupan laporan secara ilegal di Kantor Polisi Jeju Seobu terungkap. Skandal tersebut semakin serius setelah dua warga yang sebelumnya dilaporkan hilang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Badan Kepolisian Nasional Korea Selatan (NPA) mengonfirmasi pencopotan empat perwira senior dari jabatannya. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan internal untuk mengetahui sejauh mana kegagalan pengawasan terjadi dalam penanganan laporan orang hilang.

Empat Polisi Senior Dicopot

Empat pejabat yang dibebastugaskan terdiri dari kepala Kantor Polisi Jeju Seobu yang masih menjabat, mantan kepala kantor yang bertugas ketika Jang Mi-ran pertama kali dilaporkan hilang, kepala divisi reserse, serta pemimpin tim yang menangani kasus orang hilang.

NPA kini memeriksa apakah para pejabat tersebut telah menjalankan fungsi pengawasan sesuai prosedur. Pemeriksaan juga bertujuan menentukan tanggung jawab komando atas tindakan seorang polisi berpangkat lebih rendah yang diduga memanipulasi laporan.

Polisi bermarga Bu, yang berusia 30-an, menjadi tersangka utama dalam skandal tersebut. Ia diduga menutup sejumlah laporan orang hilang dengan memberikan keterangan palsu seolah-olah telah memastikan kondisi korban secara langsung.

Kasus Jang Mi-ran Terungkap

Salah satu kasus yang menjadi perhatian adalah hilangnya Jang Mi-ran, 37 tahun. Bu disebut mengaku telah berkomunikasi dengan Jang dan kemudian memberi tahu keluarganya bahwa korban berada dalam kondisi aman serta meminta keberadaannya tidak dipublikasikan.

Keluarga Jang yang merasa curiga akhirnya kembali membuat laporan orang hilang di Seoul pada 19 Juli 2026. Penutupan laporan sebelumnya membuat polisi kehilangan sejumlah bukti penting, termasuk rekaman CCTV di sekitar tempat tinggal korban yang telah terhapus ketika kasus tersebut kembali diperiksa.

Jasad yang diyakini sebagai Jang akhirnya ditemukan pada Senin (24/8/2026) di sebuah perkebunan kelapa sawit. Lokasi penemuan berada sekitar 400 meter dari tempat akomodasinya dan terjadi 104 hari setelah Jang pertama kali dilaporkan hilang.

Hasil penyelidikan juga tidak menemukan riwayat komunikasi antara Bu dan Jang. Tidak terdapat catatan panggilan maupun percakapan di ponsel pribadi ataupun perangkat dinas milik Bu, begitu pula pada ponsel korban.

Polisi Temukan Kasus Kedua

Penyelidikan kemudian menemukan dugaan bahwa Bu menggunakan cara serupa dalam menangani laporan orang hilang lainnya. Kasus tersebut melibatkan seorang pria berusia 60-an yang kemudian ditemukan meninggal dunia pada 22 Agustus 2026.

Dalam kasus tersebut, terdapat sejumlah tanda yang semestinya menjadi perhatian petugas. Istri korban sebelumnya melaporkan bahwa suaminya memiliki utang bisnis dalam jumlah besar dan sempat mengirimkan pesan yang mengkhawatirkan kepada anak-anaknya sebelum meninggalkan rumah pada 28 Juni 2026.

Kasus tersebut membuat kritik terhadap kepolisian Korea Selatan semakin kuat. Publik mempertanyakan bagaimana laporan orang hilang dapat dihentikan tanpa verifikasi keselamatan yang memadai dan mengapa tindakan tersebut tidak terdeteksi oleh pejabat yang bertanggung jawab melakukan pengawasan.

Ratusan Kasus Kembali Diperiksa

Pelaksana Tugas Kepala NPA Yoo Jae-seong telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas kegagalan penanganan kasus Jang Mi-ran. Kepolisian juga memperketat prosedur penutupan laporan orang hilang dengan mewajibkan verifikasi dari pejabat senior.

Sebanyak 298 laporan orang hilang yang sebelumnya ditangani dan ditutup oleh Bu kini diperiksa kembali. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada laporan lain yang dihentikan secara tidak sah.

Pemeriksaan juga meluas ke berbagai wilayah Korea Selatan. Kepolisian Busan, misalnya, meninjau kembali laporan orang hilang sejak Januari 2024 hingga Juli 2026, dengan 25.376 dari 25.605 laporan atau sekitar 99 persen di antaranya telah ditutup.

Sementara itu, Kepolisian Seoul juga melakukan peninjauan terhadap sekitar 92.800 laporan orang hilang yang telah ditutup di wilayah ibu kota sejak Januari 2024. Pemeriksaan besar-besaran tersebut dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat kelemahan serupa dalam prosedur penanganan kasus.

Tersangka Bu Kembali Terancam Ditahan

Bu sebelumnya sempat ditahan secara darurat pada 22 Agustus 2026. Namun, Pengadilan Distrik Jeju membebaskannya pada Senin (24/8) karena menilai penangkapan tersebut tidak memenuhi persyaratan hukum mengenai urgensi.

Meski demikian, kepolisian tidak menghentikan proses hukum terhadap Bu. Penyidik kini telah mengajukan surat perintah penangkapan resmi untuk kembali menahan tersangka dan melanjutkan penyidikan atas dugaan pembiaran tugas, pemalsuan serta penggunaan dokumen elektronik resmi, dan tindakan menghalangi pelaksanaan tugas secara curang.

Kasus ini menjadi sorotan serius karena kesalahan dalam proses administrasi dan pengawasan diduga berdampak langsung terhadap pencarian korban. Kepolisian Korea Selatan kini harus memastikan seluruh laporan yang pernah ditangani tersangka diperiksa kembali agar kasus serupa tidak kembali terjadi.