Tesla Diperiksa! Diduga Sembunyikan Data Kecelakaan Autopilot, Regulator AS Geram!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Tesla kembali menjadi sorotan tajam setelah permohonan baru diajukan ke pengadilan di Amerika Serikat untuk menyelidiki apakah perusahaan milik Elon Musk itu sengaja menunda pelaporan data kecelakaan yang melibatkan kendaraan berbasis sistem semi-otonom miliknya.
Menurut laporan dari Drive, Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) menyebut Tesla beberapa kali melanggar aturan dengan lambatnya pelaporan kecelakaan. Seharusnya, data diserahkan dalam waktu 1 hingga 5 hari setelah kecelakaan dilaporkan ke pabrikan, namun dalam banyak kasus justru memakan waktu berbulan-bulan.
Tesla mengklaim bahwa keterlambatan tersebut disebabkan oleh kesalahan dalam sistem internal pelaporan, dan menyatakan bahwa masalah itu kini telah diperbaiki. Namun NHTSA tidak tinggal diam dan tetap melanjutkan penyelidikan untuk mengetahui apakah keterlambatan ini disengaja, serta apakah masih ada insiden lain yang belum dilaporkan.
NHTSA kini membuka Audit Query sebagai langkah resmi untuk mengidentifikasi penyebab keterlambatan dan menyelidiki lebih dalam apakah Tesla telah melanggar kewajiban pelaporan sebagai pabrikan kendaraan otonom.
Penyelidikan ini bukan satu-satunya yang tengah menjerat Tesla. Regulator AS sebelumnya juga sudah menyelidiki sistem-sistem bantuan mengemudi canggih Tesla seperti:
-
Autopilot
-
Kontrol kecepatan adaptif
-
Full Self-Driving (FSD)
Beberapa kasus menyebutkan bahwa sistem-sistem tersebut tidak mendeteksi bahaya dalam kondisi cahaya rendah atau cuaca buruk, bahkan terputus mendadak sebelum terjadinya tabrakan yang tidak bisa dihindari.
Mobil Masa Depan Tanpa Pengemudi
Ironisnya, di tengah berbagai penyelidikan ini, Tesla justru terus melaju dengan rencana ambisiusnya. Pada Oktober 2024, Tesla mengumumkan lini produk baru yang akan sepenuhnya otonom, tanpa setir dan pedal. Dua kendaraan futuristik yang sedang disiapkan adalah:
-
Cybercab dua tempat duduk
-
Robovan berkapasitas 20 orang
Kedua kendaraan ini akan mengandalkan sistem deteksi dan penghindaran sepenuhnya, tanpa campur tangan manusia.