Robotaxi Mulai Uji Jalanan New York! Waymo Kalahkan Tesla di Kota Paling Sibuk di Dunia
JAKARTA, GENVOICE.ID - Era transportasi tanpa pengemudi kini memasuki babak baru. Waymo, perusahaan teknologi kendaraan otonom milik Alphabet (induk Google), resmi mendapatkan izin untuk menguji coba robotaxi miliknya di jalanan kota tersibuk di Amerika, New York.
Dilansir dari Mashable, izin ini menjadi yang pertama kali diberikan oleh Pemerintah Kota New York, yang dikenal sangat ketat dalam urusan regulasi kendaraan otonom. Izin ini memungkinkan Waymo melatih teknologi kamera, sensor LIDAR, dan radar di tengah kepadatan dan kompleksitas lalu lintas Manhattan dan Downtown Brooklyn. Langkah ini menjadi bagian dari strategi agresif Waymo untuk memenangkan persaingan pasar robotaxi, termasuk melawan nama besar seperti Tesla, yang juga tengah berupaya memasuki wilayah metropolitan padat seperti New York.
Sementara Tesla baru mulai menggulirkan layanan robotaxi di kota-kota besar, Waymo sudah selangkah lebih maju. Perusahaan ini sebelumnya telah mengoperasikan layanan taksi otonom di San Francisco, Austin, Phoenix, dan Los Angeles.
Selama fase uji coba di New York, delapan unit SUV Jaguar I-Pace milik Waymo akan beroperasi di jalanan Manhattan dan Brooklyn. Meskipun begitu, sesuai ketentuan kota, kendaraan-kendaraan ini belum diperbolehkan membawa penumpang. Setiap kendaraan akan dikemudikan oleh operator keselamatan yang tetap memegang kendali dan siap mengambil alih setir kapan pun dibutuhkan.
Waymo juga wajib menyampaikan rencana tambahan ke Departemen Transportasi New York dan sistem layanan darurat sebelum mengembangkan layanan lebih lanjut.
Setelah menguasai pasar di beberapa kota besar di California, Waymo menargetkan perluasan ke luar negara bagian. Dallas akan menjadi kota berikutnya, di mana layanan robotaxi dijadwalkan meluncur pada tahun 2026. Sementara itu, Tesla telah lebih dulu merilis robotaxi versi awalnya pada awal 2025, tetapi belum mendapatkan lampu hijau untuk uji coba penuh di New York.
Dengan masuknya Waymo ke New York, persaingan robotaxi di Amerika semakin sengit. Pasar mobil otonom di kota-kota besar menjadi medan tempur baru bagi raksasa teknologi.