Payton Pritchard Santai Soal Persaingan dengan Anfernee Simons untuk Starter Celtics

Genvoice.id | 26 Aug 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Boston Celtics tengah bersiap menghadapi musim baru NBA dengan banyak perubahan besar. Salah satunya datang dari posisi point guard setelah manajemen memutuskan menukar Jrue Holiday ke Portland Trail Blazers demi mendatangkan Anfernee Simons. Situasi ini langsung menimbulkan pertanyaan: siapa yang akan jadi starter, Payton Pritchard atau Simons?

Namun, Pritchard tampak tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut. Dalam wawancara dengan CelticsBlog, pemain berusia 27 tahun itu menegaskan fokusnya bukan pada status starter, melainkan kontribusi nyata di lapangan. "Bagi saya, bukan soal siapa yang mulai atau berapa banyak pertandingan yang dimainkan. Yang penting bagaimana saya bisa masuk ke permainan, mengubah ritme, jadi pemain hebat, dan membantu tim menang," ujarnya.

Musim lalu, Pritchard tampil impresif sebagai motor dari bangku cadangan. Dari 80 pertandingan, ia mencatat rata-rata 14,3 poin, 3,8 rebound, 3,5 assist, dan 0,9 steal dengan akurasi tembakan 47,2% serta 40,7% dari tripoin. Penampilannya mengantarnya meraih gelar Sixth Man of the Year, sekaligus membuktikan dirinya sebagai salah satu aset penting Celtics.

Di sisi lain, Simons hadir dengan reputasi sebagai scorer murni. Bersama Trail Blazers musim lalu, ia menorehkan 19,3 poin, 4,8 assist, dan 36,3% akurasi tripoin dalam 70 pertandingan. Sejak masuk NBA pada 2018, pemain berusia 26 tahun itu dikenal sebagai guard ofensif eksplosif dengan rataan karier 15 poin per laga. Meski begitu, ia belum sempat menjalani konferensi pers resmi bersama Celtics usai transfernya.

Kedua pemain menawarkan profil berbeda: Pritchard dikenal konsisten dengan IQ basket tinggi dan peran serbaguna, sementara Simons lebih agresif dalam mencetak angka. Keputusan siapa yang akan jadi starter tampaknya akan sangat dipengaruhi strategi pelatih Joe Mazzulla, apalagi Celtics diprediksi mengalami musim berat tanpa Jayson Tatum yang dipastikan absen penuh akibat cedera Achilles.

Manuver besar Brad Stevens di offseason juga menunjukkan Celtics sedang melakukan perombakan signifikan. Selain mendatangkan Simons, ia melepas Kristaps Porziņģis ke Atlanta Hawks, lalu menukar Georges Niang ke Utah Jazz untuk mendapatkan RJ Luis Jr. Celtics juga merekrut Chris Boucher, Luka Garza, dan Josh Minott guna memperdalam rotasi.

Dengan kondisi ini, baik Pritchard maupun Simons punya peluang besar untuk membuktikan diri sebagai pengendali utama serangan Celtics. Namun, bagi Pritchard, status starter hanyalah formalitas. Baginya, yang terpenting adalah bagaimana membawa Boston tetap kompetitif di tengah tantangan terbesar mereka musim depan.