Perang Beneran! Batas Thailand-Kamboja Panas Lagi, Jet Tempur Sampai Dikerahkan

Genvoice.id | 26 Jul 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Ketegangan lama di perbatasan Thailand dan Kamboja akhirnya meledak juga! Kamis (18/7/2025), dua negara yang sudah lama ribut soal batas wilayah itu kembali baku tembak.

Bukan cuma adu mulut, tapi sudah pakai peluru dan jet tempur segala, Gen! Dalam bentrokan tersebut, 12 orang dilaporkan tewas, termasuk seorang anak kecil, dan lebih dari 30 lainnya luka-luka.

Sumber konflik? Masih sama, yaitu sengketa soal kuil kuno Prasat Ta Muen Thom yang letaknya di Provinsi Surin, Thailand, tapi diklaim juga oleh Kamboja sebagai bagian dari warisan budayanya.

Militer Thailand bahkan sudah menurunkan jet tempur F-16 dan ngaku nembak rudal ke wilayah Kamboja. Tapi mereka ngeklaim ini bukan serangan pertama, karena katanya Kamboja yang lebih dulu nembak roket ke wilayah sipil Thailand.

Di sisi lain, Kamboja juga gak mau disalahin. Mereka justru nuduh Thailand yang duluan nyulut tembakan di area kuil.

Wilayah Sengketa, Warisan Budaya, dan Peta Jadul

Akar masalah ini sebenernya udah dari lama, bahkan puluhan tahun. Kedua negara rebutan kuil dan wilayah yang dulunya bagian dari Kekaisaran Khmer. Yang bikin makin ribet, Kamboja pakai peta warisan kolonial Prancis dari tahun 1907, sedangkan Thailand anggap peta itu gak valid.

Warga sekitar juga makin bikin situasi kompleks karena banyak yang ngomong Bahasa Khmer di sisi Thailand, jadi identitas budaya memang tumpang tindih.

Politik Dalam Negeri Thailand Ikut Bikin Runyam

Tensi makin naik sejak Mei 2025, waktu satu tentara Kamboja tewas di baku tembak kecil. Tapi puncaknya justru terjadi awal Juli, saat Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, diskors gara-gara rekaman obrolannya sama eks PM Kamboja bocor.

Dia terlihat terlalu akrab dan dianggap menghina militer Thailand. Hasilnya? Protes besar-besaran di Bangkok.

Korban Sipil dan Nasib WNI

Menurut info resmi, ada 11 warga sipil dan 1 tentara Thailand yang tewas. Di antara korban sipil itu, bahkan ada bocah lima tahun. Ribuan warga pun harus ngungsi dari Provinsi Surin, Sisaket, dan Buriram.

KBRI Bangkok menyebut ada 15 WNI yang berada di sekitar lokasi konflik, tapi sejauh ini belum ada laporan mereka kena dampaknya. Meski begitu, semua WNI diimbau untuk waspada dan jauhi perbatasan dulu deh.

Konflik Belum Ada Tanda Reda

Bentrokan masih terus berlangsung di enam titik berbeda. Belum ada tanda-tanda bakal ada damai dalam waktu dekat. Bahkan ada analis yang bilang militer Thailand bertindak tanpa sepengetahuan penuh pemerintah. Waduh, makin bahaya aja nih!

Konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja menunjukkan belum ada tanda-tanda mereda. Dengan korban jiwa terus bertambah dan ribuan warga sipil mengungsi, ketegangan di perbatasan kedua negara masih menjadi sorotan dunia.

Masyarakat internasional mendesak kedua pihak segera mengambil langkah damai demi menghentikan pertumpahan darah dan menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara.