Listrik Padam Bergilir, Harta Kekayaan Dirut PLN Naik Rp80 Miliar dalam 5 Tahun: Ini Rincian Garasi dan Properti Mewah Darmawan Prasodjo

Genvoice.id | 26 Jun 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID -Gelombang pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa belakangan ini memicu keresahan besar di kalangan masyarakat karena melumpuhkan aktivitas harian hingga roda ekonomi.

Di tengah derasnya kritik publik, perhatian netizen kini tertuju pada rincian LHKPN dari Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), Darmawan Prasodjo. Pasalnya, grafik harta kekayaan pimpinan tertinggi BUMN sektor kelistrikan ini tercatat melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp110 miliar dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Sorotan tajam terhadap finansial Darmawan Prasodjo mencuat sesaat setelah dirinya kembali dipercaya untuk mengemban jabatan sebagai Direktur Utama PLN berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada Kamis, 18 Juni 2026.

Menurut data resmi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK untuk periode laporan 2025, total kekayaan bersih Darmawan mencapai Rp110.072.697.106. Angka ini menunjukkan lompatan yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan asetnya di tahun 2021 yang berada di angka Rp30,1 miliar, serta tahun 2023 yang mencatatkan angka Rp70,9 miliar.

Berikut adalah rincian pembagian aset yang dimiliki oleh Dirut PLN tersebut:

  • Tanah dan Bangunan (Total Rp45,7 Miliar): Aset properti menjadi penyumbang terbesar dari kekayaannya. Darmawan tercatat memiliki 11 bidang tanah dan bangunan hasil sendiri, warisan, maupun hibah akta yang tersebar di wilayah strategis, termasuk rumah mewah senilai Rp22,9 miliar di Jakarta Selatan dan aset properti bernilai Rp12 miliar di Tangerang Selatan, serta beberapa lahan di Depok, Klaten, dan Bantul.

  • Alat Transportasi dan Mesin (Total Rp1,26 Miliar): Koleksi kendaraan pribadinya didominasi oleh teknologi ramah lingkungan, meliputi mobil listrik Hyundai Ioniq (2021), motor listrik E-Motor United T1800, motor listrik Smoot Tempur, serta MPV premium Denza D9 lansiran tahun 2025 senilai Rp900 juta.

  • Investasi dan Likuiditas Keuangan: Darmawan juga memegang kepemilikan surat berharga dengan nilai investasi menyentuh Rp20,5 miliar. Selain itu, aset berupa kas dan setara kas (tabungan/deposito) miliknya tercatat sangat likuid, yakni mencapai Rp42,9 miliar.

Setelah dikurangi dengan kepemilikan utang sebesar Rp625,5 juta, maka kalkulasi final harta bersih yang dilaporkannya berada di angka Rp110 miliar rupiah.

Kenaikan harta kekayaan pejabat publik yang berjalan beriringan dengan penurunan kualitas pelayanan infrastruktur mendasar, seperti pasokan listrik, memang selalu menjadi isu sensitif bagi masyarakat.

Kendati kepemilikan aset tersebut telah dilaporkan secara transparan dan legal melalui mekanisme LHKPN, PLN kini menghadapi tantangan besar untuk segera menuntaskan masalah pemadaman bergilir di lapangan.

Pembuktian kinerja nyata dalam memulihkan stabilitas listrik nasional menjadi satu-satunya jawaban logis demi meredam sentimen negatif serta tuntutan mundur dari publik.