8 Makanan yang Sebaiknya Tidak Dipanaskan Berulang Kali, Ini Alasannya

Genvoice.id | 26 Jun 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Memanaskan kembali makanan menjadi kebiasaan yang sering dilakukan agar makanan sisa tetap bisa dikonsumsi. Cara ini memang praktis dan dapat mengurangi pemborosan makanan.

Namun, tidak semua jenis makanan cocok dipanaskan berulang kali. Pada beberapa makanan, proses pemanasan berulang dapat mengubah tekstur dan rasa, bahkan meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri jika penyimpanannya tidak tepat.

Agar lebih aman, berikut beberapa makanan yang sebaiknya tidak dipanaskan berulang kali.

1. Nasi

Nasi yang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri. Memanaskannya kembali belum tentu menghilangkan racun yang mungkin sudah terbentuk.

Karena itu, nasi sebaiknya segera disimpan di dalam kulkas setelah dingin dan hanya dipanaskan satu kali sebelum dikonsumsi.

2. Telur

Telur rebus, telur dadar, atau olahan telur lainnya sebaiknya tidak dipanaskan berulang kali.

Selain teksturnya berubah menjadi lebih keras atau kering, kualitas rasa juga dapat menurun.

Jika ingin menghangatkannya, lakukan secukupnya dan jangan berulang kali.

3. Ayam

Daging ayam yang dipanaskan berkali-kali dapat menjadi lebih kering dan kehilangan cita rasanya.

Yang lebih penting, ayam harus dipastikan matang sempurna saat pertama kali dipanaskan agar aman dikonsumsi.

4. Ikan

Ikan termasuk makanan yang mudah berubah tekstur jika dipanaskan berulang kali.

Dagingnya bisa menjadi keras, kering, dan kurang nikmat. Jika memungkinkan, hangatkan hanya sebanyak porsi yang akan dimakan.

5. Bayam

Bayam lebih baik dikonsumsi segera setelah dimasak.

Jika ingin menyimpan sisa masakan bayam, simpan di kulkas dan hindari memanaskannya berkali-kali. Cukup panaskan sekali sebelum dikonsumsi.

6. Jamur

Jamur memiliki kandungan air yang cukup tinggi sehingga teksturnya mudah berubah setelah dipanaskan kembali.

Pemanasan berulang juga membuat jamur terasa lebih lembek dan kurang segar.

7. Kentang

Kentang yang sudah dimasak sebaiknya tidak terlalu lama dibiarkan di suhu ruang.

Jika ingin dikonsumsi kembali, simpan terlebih dahulu di kulkas dan panaskan hanya satu kali.

8. Makanan Bersantan

Masakan seperti opor, gulai, atau kari memang sering dimasak dalam jumlah banyak.

Namun, santan lebih mudah mengalami perubahan kualitas jika dipanaskan berkali-kali. Selain rasanya berubah, teksturnya juga bisa menjadi pecah atau lebih berminyak.

Tips Menyimpan Makanan Sisa dengan Benar

Agar makanan tetap aman dikonsumsi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Biarkan makanan sedikit dingin sebelum disimpan di kulkas.
  • Gunakan wadah yang bersih dan tertutup rapat.
  • Simpan dalam porsi kecil agar lebih mudah dipanaskan.
  • Ambil secukupnya saat akan dimakan, jangan memanaskan seluruh makanan jika tidak diperlukan.
  • Habiskan makanan sisa dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Apakah Semua Makanan Tidak Boleh Dipanaskan?

Tidak. Banyak makanan tetap aman dipanaskan kembali selama disimpan dengan benar dan hanya dipanaskan satu kali hingga benar-benar panas.

Yang perlu dihindari adalah kebiasaan memanaskan makanan yang sama berkali-kali karena dapat menurunkan kualitas makanan dan meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri jika proses penyimpanannya kurang tepat.

Memanaskan makanan sisa memang menjadi cara praktis untuk mengurangi pemborosan. Namun, beberapa jenis makanan seperti nasi, telur, ayam, ikan, bayam, jamur, kentang, dan makanan bersantan sebaiknya tidak dipanaskan berulang kali.

Agar makanan tetap aman dan nikmat dikonsumsi, simpan dengan cara yang benar, panaskan secukupnya, dan usahakan hanya sekali sebelum disajikan. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu menjaga kualitas makanan sekaligus mengurangi risiko gangguan kesehatan.