Vincent Kompany Rayakan Era Pep Guardiola di Manchester City, Bayern Munich Malah Dilanda Drama Internal
JAKARTA, GENVOICE.ID - Vincent Kompany kembali menjadi sorotan setelah hadir dalam parade spesial Manchester City di Stadion Etihad pada Senin (25/5). Mantan kapten The Citizens itu mendapat kehormatan mengangkat trofi Liga Primer Inggris di depan ribuan suporter dalam acara perpisahan era Pep Guardiola.
Acara tersebut menjadi momen nostalgia bagi Manchester City yang memamerkan seluruh 20 trofi mayor yang berhasil diraih selama kepemimpinan Guardiola. Pelatih asal Spanyol itu dipastikan meninggalkan Etihad setelah hampir satu dekade membawa klub mendominasi sepak bola Inggris dan Eropa.
Kompany datang langsung dari Jerman untuk menghadiri perayaan tersebut. Kehadirannya menarik perhatian karena saat ini ia tengah menjabat sebagai pelatih FC Bayern Munich, klub yang justru sedang mengalami ketegangan internal.
Selama menangani Manchester City sejak 2016, Guardiola mencatatkan 423 kemenangan dari total 593 pertandingan. Torehan tersebut membuat namanya dianggap sebagai salah satu pelatih tersukses dalam sejarah klub.
Namun di saat Manchester City menikmati suasana emosional perpisahan Guardiola, kondisi berbeda terjadi di Bayern Munich. Perselisihan antarpetinggi klub mencuat ke publik terkait proses perekrutan Kompany sebagai pelatih baru Bayern pada musim panas 2024.
Presiden kehormatan Bayern, Uli Hoeneß, secara terbuka membantah pernyataan Direktur Olahraga klub, Max Eberl, mengenai proses penunjukan Kompany menggantikan Thomas Tuchel.
Komentar Hoeneß muncul tepat setelah Bayern Munich menang 3-0 atas VfB Stuttgart di final DFB-Pokal. Ia mengungkapkan bahwa ide merekrut Kompany berasal dari Karl-Heinz Rummenigge yang meminta pendapat Guardiola terkait sosok pelatih Belgia tersebut.
Hoeneß juga menyebut Eberl sempat ingin mempertahankan Tuchel untuk satu musim tambahan sebelum keputusan itu dibatalkan oleh para petinggi klub Bayern.
Menurut Hoeneß, Bayern tidak akan berada dalam posisi sukses saat ini jika keputusan mempertahankan Tuchel benar-benar terjadi. Bahkan ia mengisyaratkan masih ada keraguan mengenai masa depan Eberl di klub meski kontraknya masih berlaku hingga 2027.
Ia menyebut peluang perpanjangan kontrak Eberl berada di angka "60 banding 40", sekaligus menegaskan situasi tersebut akan dievaluasi kembali dalam beberapa bulan ke depan.
Pernyataan terbuka itu langsung memicu respons dari Eberl. Direktur olahraga Bayern tersebut mengaku terkejut komentar tersebut disampaikan di tengah momen tim baru saja meraih gelar juara.
Meski begitu, Eberl menegaskan dirinya tetap fokus bekerja dan membantu Bayern mempertahankan performa tim. Ia juga menganggap kritik dan keraguan terhadap posisinya sebagai hal yang wajar dalam dunia sepak bola.
Eberl menilai keberhasilan Bayern meraih dua gelar domestik musim ini menjadi bukti kerja keras seluruh tim, termasuk staf pelatih dan manajemen klub.
Sementara itu, keputusan final mengenai masa depan Eberl disebut baru akan dibahas dalam rapat dewan pengawas Bayern Munich pada Agustus mendatang sebelum klub memulai agenda pramusim dan tur persahabatan.