Sidang PSSI Buntut Persija vs Persib Berujung Teguran Keras: Klok, Beckham, hingga Rizky Ridho Kena Sanksi

Genvoice.id | 26 May 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Laga panas antara Persija Jakarta dan Persib Bandung kembali menyisakan cerita panjang setelah peluit akhir dibunyikan.

Duel yang berlangsung di Stadion Segiri, Samarinda, pada 10 Mei 2026 itu tidak hanya menghadirkan tensi tinggi di lapangan, tetapi juga berujung pada sanksi dari Komite Disiplin PSSI.

Pertandingan yang dimenangkan Persib dengan skor 2-1 itu memang sejak awal sudah berjalan dalam atmosfer penuh tekanan. Rivalitas klasik kedua tim membuat pertandingan berlangsung keras hingga akhirnya memicu insiden di akhir laga. Situasi memanas bahkan berlanjut setelah pertandingan selesai, yang kemudian menjadi bahan evaluasi Komdis PSSI.

Hasil sidang Komdis menetapkan bahwa lima pemain dari kedua tim mendapatkan hukuman berupa teguran keras. Dari kubu Persija, tiga nama yang terkena sanksi adalah Carlos Eduardo, Witan Sulaeman, dan Rizky Ridho. Mereka dinilai ikut terlibat dalam keributan yang terjadi setelah pertandingan berakhir.

Sementara dari pihak Persib, dua pemain juga tidak luput dari hukuman. Marc Klok mendapatkan teguran keras karena dianggap melakukan ajakan kepada suporter untuk hadir dalam laga tandang, yang sebenarnya berlangsung tanpa kehadiran pendukung tim tamu.

Di sisi lain, Beckham Putra juga menerima sanksi akibat selebrasi yang dinilai berlebihan. Aksi tersebut dianggap memancing reaksi dari pemain lawan dan memperkeruh suasana yang sudah panas sejak awal pertandingan.

Tidak hanya pemain, Persib Bandung sebagai tim juga terkena konsekuensi. Komdis menemukan adanya tindakan perusakan fasilitas stadion berupa kursi plastik setelah laga berakhir. Akibatnya, klub diwajibkan mengganti kerugian material sekaligus menerima teguran keras.

Keputusan ini memperlihatkan bahwa Komdis PSSI tetap mengambil langkah tegas meski pelanggaran yang terjadi tidak sampai berujung pada sanksi berat seperti larangan bermain. Teguran keras menjadi peringatan serius agar kejadian serupa tidak terulang di pertandingan berikutnya.