Season 5 "The Boys" Dianggap Buruk, Ini Perbedaan Ending Komik dan Serial
JAKARTA, GENVOICE.ID - Serial "The Boys" resmi berakhir pada 20 Mei 2026 setelah mengudara selama 7 tahun lamanya. Selama lima musim, penonton dihidangkan aksi-aksi pahlawan super yang brutal dan penuh dengangore yang memukau dan terkesan memberikan sajian alternatif yang segar karena cerita pahlawan super arus utama telah dianggap membosankan. Namun, bukannya puas karena serial Amazon Prime ini telah berakhir, justru penonton kecewa dengan cerita pada musim terakhir serial ini dan banyak yang membandingkannya dengan akhir cerita versi komik yang dinilai bagus dan cukup 'gelap'.
Serial "The Boys" memang bukan sebuah cerita orisinil, melainkan cerita adaptasi dari buku komik yang berjudul sama karya Garth Ennis dan Darick Robertson. Versi komik dari "The Boys" dinilai cukup sukses dengan ceritanya yang mencapai 72 issue utama dan terbit sepanjang tahun 2006 hingga 2012. Dengan visual yangdark dan cerita yang suram, penulisan alur dari "The Boys" merupakan salah satu penulisan cerita pahlawan super yang melekat di audiens remaja hingga dewasa.
Walaupun cukup sukses pada 4 musim awal versi serialnya, Eric Kripke, sang showrunner, tak mampu menutup ceritanya dengan baik. Dilihat dari rating yang diberikan IMDb, episode terakhir dari musim 5 "The Boys" hanya diberi nilai 5.7, berbeda dengan episod terakhir dari musim-musim sebelumnya yang mendapat nilai mulai dari 8.3 hingga 9.4. Nilai ini datang bukan tanpa sebab, melainkan karena ceritanya yang dinilai terburu-terburu dan menyia-nyiakan banyak aset penting pada cerita. Berikut perbedaan akhir cerita "The Boys" versi komik dan serialnya.
Akhir Cerita "The Boys" Versi Serial
Pada versi serial, konflik utama berpusat pada pertarungan terakhir antara Billy Butcher (Karl Urban) dan Homelander (Anthony Starr). Setelah berbagai kekacauan yang terjadi sepanjang serial, Butcher dapat membalaskan dendamnya kepada Homelander dengan membunuhnya di depan siaran televisi yang diperlihatkan ke seluruh Amerika Serikat. Lalu, Butcher yang masih punya keinginan untuk membunuh semuasupes (sebutan untuk para pahlawan super), berhasil dihentikan oleh Hughie (Jack Quaid) dan meninggal setelah ditembak.
Ending seperti ini dianggap terlalu cepat menyelesaikan banyak konflik besar. Beberapa karakter hanya mendapat penutup singkat, seperti karakter Frenchie (Tomer Capone) yang kematiannya terlihat tidak penting, padahal ia salah satu karakter fondasi sejak awal musim, dan karakter Sister Sage (Susan Heyward) yang penyelesaiannya tidak sempurna.
Selain itu, serial memilih ending yang lebih 'aman' dibanding versi komiknya. Beberapa karakter yang seharusnya memiliki akhir tragis justru sibuat lebih ringan agar tetap diterima khalayak luas.
Akhir Cerita "The Boys" Versi Komik
Sementara itu,ending versi komik "The Boys" jauh lebih kelam dibanding serialnya. Terungkap bahwa banyak kejahatan yang dikira dilakukan oleh Homelander sebenarnya merupakan ulah Black Noir, yang ternyata adalah klon dari Homelander itu sendiri. Setelah Homelander dibunuh oleh Black Noir, Butcher segera menewaskan Black Noir dan menjadi ancaman utama karena ingin membunuh semuasupes, bahkan rekan-rekannya sendiri seperti M.M., Frenchie, dan The Female. Hal itu membuat Hughie Campbell akhirnya membunuh Butcher demi menghentikan rencananya. Cerita pun berakhir tragis tanpa akhir bahagia bagi beberapa karakter-karakter penting pada cerita.
Berbeda dengan serialnya yang masih menyisakan nuansa heroik, versi komik justru menutup cerita dengan atmosfer tragis dan muram. Tidak benar-benar ada kemenangan yang terasa bahagia, karena hampir semua karakter kehilangan sesuatu di akhir cerita.
Eric Kripke mengungkapkan bahwa membuat akhir cerita pada suatu serial adalah sesuatu yang sulit. Pada wawancara denganRolling Stones(20/5), Kripke menyebut bahwa ia merasakan mendapat banyak tekanan, terutama dari fans onlinenya. "Jujur saja, reaksi di internet terasa seperti bencana dan cukup menyedihkan untuk dibaca," Ujar Kripke.
Pada akhirnya, "The Boys" tetap menjadi cerita yang unik dan segar di tengah industri film yang terlalu mengutamakan kesan heroik dan sentralisasi pada protagonis. Konsep 'menang-kalah' dan 'baik-jahat' bukan padanan utama pada cerita "The Boys" dan membuat cerita ini menjadi salah satu cerita yang cukup sulit untuk diadaptasi satu banding satu dengan versi komiknya.