Bagaimana Cara Ngolah Daging Kurban Tanpa Takut Kolesterol? Ternyata Cuman Kaya Gini!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Udah tau kan, kalo Idul Adha itu pasti identik banget sama daging, Gen?
Dari sate sampai gulai, semuanya pasti menggoda penghilatan hingga perut. Di balik kenikmatan yang haqiqi tersebut, ada satu hal yang sering bikin was-was, yaitu soal kolesterol. Padahal sebenarnya, makan daging kurban tetap aman kok, kalo kamu tau cara mengolahnya. Kuncinya bukan di dagingnya, tapi di cara kita memilih, mengolah, dan menikmatinya.
Pilih Dagingnya Jangan Asal Ambil
Nggak semua bagian daging itu sama. Ada yang penuh lemak, ada juga yang lebih "ringan".
Kalau kamu mau yang lebih aman, pilihlah bagian yang minim lemak, dan jangan buang lemak yang kelihatan sebelum dimasak
Semakin sedikit lemaknya, makin kecil juga risiko kolesterol naik.
Cara Masak Itu Ngaruh Banget
Dalam poin ini, harus kamu catat baik-baik, karena sering kelewatan bagi beberapa orang. Banyak penikmat santapan ini lebih fokus ke dagingnya, padahal teknik masaknya justru yang paling berpengaruh.
Kalau mau lebih sehat, kamu bisa rebus, kukus, atau panggang dengan mengurangi santan. Di samping itu, kamu juga tetap harus menghindari minyak yang berlebihan.
Nah, untuk makanan amannya, kamu bisa menyantap masakan seperti sup atau semur ringan biasanya lebih aman dibanding gulai kental atau gorengan.
Jangan Kalap, Porsi Tetap Penting
Masalahnya bukan cuma apa yang dimakan, tapi juga seberapa banyak.
Idealnya sekali makan kamu hanya boleh menyantap sebanyak 50-100 gram saja, dan jika kamu memiliki riwayat penyakit kolesterol, bisa lebih sedikit lagi dari itu.
Yang sering kejadian itu "mumpung banyak daging", akhirnya makan tanpa kontrol. Nah ini yang justru jadi masalah.
Kurangi Jeroan dan Lemak
Bagian seperti jeroan, kikil, atau lemak tebal memang enak, tapi justru tinggi risiko.
Kalau ingin tetap aman, kamu harus menghindari jeroan. Kenapa? Karena ini penting terutama buat yang sudah punya riwayat kolesterol atau asam urat.
Imbangi dengan Sayur, Jangan Lupa
Makan daging tanpa sayur itu ibarat setengah usaha.
Sayur membantu:
- Menyerap lemak
- Menyeimbangkan nutrisi
Makanya, tambahan seperti timun, tomat, atau lalapan itu bukan sekadar pelengkap.
Minyak dan Santan Perlu Dikontrol
Masakan khas Idul Adha sering identik dengan santan dan minyak. Di sinilah biasanya lemak jadi berlipat.
Biar lebih aman:
- Pakai minyak nabati secukupnya
- Jangan terlalu sering masak santan kental
Karena tambahan lemak dari bahan masakan bisa bikin efeknya lebih berat daripada dagingnya sendiri.
Nah, jika kamu sudah merangkum dari informasi di atas, besar kemungkinan kolesterol kamu akan lebih "surut" dibanding dari biasanya, Gen.