Viral Daftar Pangkalan LPG Cuma Bayar Rp200 Ribu? Pertamina Bongkar Fakta Sebenarnya!

Genvoice.id | 26 Apr 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Unggahan di TikTok yang mengklaim masyarakat bisa mendaftar sebagai pangkalan LPG resmi hanya dengan membayar ratusan ribu rupiah dipastikan tidak benar.

Informasi tersebut telah dikonfirmasi sebagai hoaks oleh pihak Pertamina Patra Niaga.

Akun yang menyebarkan klaim tersebut bahkan mencatut identitas seolah-olah resmi, lengkap dengan janji fasilitas seperti izin daerah, spanduk, hingga pasokan gas LPG 3 kg. Padahal, setelah ditelusuri, akun tersebut bukan bagian dari kanal resmi Pertamina dan tidak memiliki verifikasi.

Pihak Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa proses pendaftaran pangkalan LPG 3 kg tidak dipungut biaya alias gratis. Tidak ada skema pembayaran seperti Rp220 ribu atau Rp178 ribu sebagaimana disebut dalam unggahan viral tersebut.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa LPG 3 kg merupakan produk subsidi pemerintah yang distribusinya diatur ketat. Karena itu, proses menjadi pangkalan resmi tidak bisa dilakukan sembarangan, apalagi melalui jalur instan di media sosial.

Secara resmi, calon pangkalan harus melalui prosedur administratif yang jelas, dimulai dari pendaftaran usaha melalui sistem OSS (Online Single Submission) untuk mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB). Setelah itu, barulah bisa mengajukan kerja sama melalui agen resmi Pertamina dengan melengkapi berbagai dokumen legal, seperti KTP, NPWP, hingga izin usaha.

Selain itu, sejak kebijakan pemerintah diberlakukan, penjualan LPG 3 kg tidak lagi melalui pengecer bebas. Distribusi difokuskan hanya melalui jalur resmi agar subsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

Pangkalan resmi pun memiliki ciri yang jelas, seperti papan identitas resmi dan operasional yang diawasi. Ini penting untuk memastikan transparansi sekaligus membedakan dari penyalur ilegal.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa modus penipuan kini semakin rapi, menggunakan nama besar perusahaan untuk menarik kepercayaan publik. Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi melalui kanal resmi, seperti website dan contact center Pertamina, sebelum mempercayai atau mengikuti instruksi dari akun yang belum jelas keasliannya.

Intinya sederhana: jika ada tawaran "jalur cepat" dengan iming-iming bayar murah, apalagi mengatasnamakan institusi besar, besar kemungkinan itu bukan peluang-melainkan jebakan.